Megapolitan.co – Serikat Petani Indonesia (SPI) Jawa Barat mendorong lahirnya kebijakan pangan yang lebih berpihak kepada petani melalui Focus Group Discussion (FGD) bertema

Membangun Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani Jawa Barat melalui Inovasi, Peningkatan Produksi, dan Solusi Infrastruktur”.

Forum yang berlangsung di salahsatu hotel di Bandung itu mempertemukan unsur pemerintah daerah, akademisi, organisasi tani, pelaku agribisnis, hingga lembaga pengelola pangan untuk mengevaluasi arah kebijakan pangan daerah sekaligus merumuskan langkah-langkah strategis untuk memperkuat produksi dan stabilitas harga.

Dalam paparannya, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Jawa Barat bersama Bulog Kanwil Jabar menjelaskan kondisi aktual sektor pangan, mulai dari peningkatan produksi, pemantapan rantai pasok, hingga strategi stabilisasi harga beras untuk memastikan stok tetap aman di tingkat daerah.

“SPI Jawa Barat memandang bahwa petani harus menjadi pusat dari setiap kebijakan pangan. Melalui FGD ini, kami berupaya memastikan bahwa inovasi, peningkatan produksi, dan pembangunan infrastruktur benar-benar menjawab kebutuhan petani di lapangan,” ujar Ketua SPI Jabar, Irpan, Kamis (27/11/2025).

Sejumlah isu strategis mencuat dalam FGD, antara lain percepatan adopsi teknologi pertanian, mulai dari mekanisasi hingga digital farming, pemerataan infrastruktur produksi, serta penguatan cadangan pangan yang dipaparkan Bulog terkait stabilisasi harga beras.

Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura juga menyoroti peran pemerintah daerah dalam menjaga peningkatan produksi di tengah tekanan perubahan iklim.

Selain itu, forum menyinggung persoalan akses pembiayaan untuk petani dan pentingnya memperkuat kelembagaan ekonomi melalui koperasi atau kemitraan jangka panjang.

SPI Jabar berharap diskusi ini menghasilkan rekomendasi yang implementatif, mulai dari pemetaan kebutuhan produksi berbasis data per wilayah, penyelarasan program antarinstansi, hingga prioritas pembangunan infrastruktur pertanian yang lebih presisi.

“Kesejahteraan petani merupakan fondasi utama ketahanan pangan Jawa Barat. Dengan dukungan kebijakan yang tepat dan infrastruktur yang memadai, petani akan mampu meningkatkan produksi sekaligus memperkuat stabilitas pangan daerah,” papar Irpan.

Kepala Bulog Jawa Barat menyoroti perkembangan harga gabah yang kini mencapai sekitar Rp6.500 per kilogram di tingkat petani.

Dengan formula harga yang telah ditetapkan pemerintah, ia menilai tren tersebut dapat membantu mendorong peningkatan kesejahteraan petani ke depan.

Sementara Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Jawa Barat, Odik Setia Sukmana, juga turut menyampaikan optimisme pemerintah terhadap pencapaian produksi nasional.

Ia menyebut peluang Indonesia untuk mencapai swasembada pangan tahun depan terbuka lebar sehingga petani didorong meningkatkan produksi guna memenuhi kebutuhan nasional.

megapolitanco
Editor