Megapolitan.co – Kebijakan Mutasi Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, lagi-lagi mengundang kontroversi. Selain adanya pejabat eks narkoba yang dilantik, keberadaan Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Effendi, dalam acara tersebut, juga turut menjadi sorotan utama.

Seperti diketahui, Sardi, dalam tiga gelombang pelantikan pejabat selama mutasi besar-besaran era Tri Adhianto, selalu konsisten hadir dan tak pernah absen sekalipun.

Direktur Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, menilai kebiasaan Sardi menghadiri setiap pelantikan pejabat Pemkot Bekasi merupakan fenomena yang tak lazim dalam tradisi pemerintahan daerah.

“Pemandangan yang jarang sekali terjadi, dimana setiap pelantikan ASN atau pejabat Pemkot Bekasi Ketua DPRD selalu hadir, ini ada apa?” ujarnya dalam keterangannya dikutip, Jumat (28/11/2025).

Menurut Uchok, kehadiran rutin Sardi bukan sekadar formalitas protokoler, tetapi memberi sinyal aneh atas relasi politik antara legislatif dan eksekutif.

Riwayat putusan Pengadilan Negeri Kota Bekasi terkait perkara penyalahgunaan narkotika yang menjerat Budi Rahman dan dua terdakwa lainnya. (Istimewa)

Terlebih mengingat posisi Sardi sebagai lawan politik Tri Adhianto di pilkada. Sardi seharusnya berdiri di garis pengawasan, bukan justru muncul dalam setiap momen strategis pengangkatan pejabat.

“Pengawasan dilakukan terhadap berbagai aspek, melalui dari kebijakan eksekutif, pelaksanaan anggaran, hingga pelayanan publik, tapi ini justru seperti berbalik fungsi, apalagi dia selaku ketua DPRD,” tegasnya.

Selain itu, Uchok kembali menegaskan kritiknya terhadap pola mutasi Tri yang dinilai sarat kepentingan politik.

“Mutasi besar-besaran Pemkot Bekasi sejak tahap pertama hingga ketiga menunjukkan pola yang sama: dominasi ‘gerbong Pilkada’ Tri Adhianto,” sindirnya.

megapolitanco
Editor