Megapolitan.co – Kebijakan Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto menempatkan lingkaran dekatnya untuk menduduki jabatan strategis di birokrasi melalui proses mutasi beberapa waktu lalu bukanlah hal yang harus dipertentangkan. Sebab keputusan tersebut dinilai sebagai langkah yang tepat yang tidak ada salahnya dilakukan seorang kepala daerah.
Apa yang telah Tri Adhianto lakukan merupakan sesuatu yang lazim dilakukan setiap pemimpin. Bahkan untuk pemimpin selevel Presiden saja pasti akan melakukan hal sama yang Tri Adhianto lakukan.
Dengan menempatkan lingkaran dekat pada jabatan strategis, maka tujuan-tujan yang ingin ia capai akan lebih mudah. Karena Tri paham betul kemampuan setiap individu yang dipilihnya.
Dan yang paling penting birokrasi akan menjadi lebih solid dalam bekerja. Sebab ada kepercayaan antara pimpinan dan anak buah plus camistry yang kuat.
Misalnya penempatan Satia Sriwijayanti sebagai Kepala Dinas Kesehatan yang notabene adik kandung Tri Adhianto, itu jelas keputusan brilian.
Dianggap brilian mengingat, Tri tentu paham betul kemampuan dan kapasitas adik kandungnya sendiri. Sehingga ia tak ragu menempatkan sang adik mengisi jabatan Kepala Dinas Kesehatan, sekalipun yang bersangkutan merupakan Dokter Hewan.
Kemudian penempatan Muhammad Solikhin selaku adik ipar Tri Adhianto sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), itu juga harus diakui sebagai langkah luar biasa.
Tentu bukan tanpa sebab Solikhin mendapat kepercayaan besar tersebut. Lagi-lagi ini karena Tri memahami betul kapasitas Solikhin. Tri yakin, Solikhin mampu menyelesaikan problem pendapatan daerah yang selama ini tidak maksimal.
Termasuk penempatan nama-nama lain, seperti Arief Maulana menjadi Kepala Dinas Tata Ruang, Yudianto menjadi Kepala Badan Pengelolaan Aset dan Keuangan Daerah (BPKAD) serta Dicky Irawan menjadi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan, itu juga merupakan langkah cerdas. Karena tiga nama tersebut pernah bekerja dalam gerbong yang sama, saat Tri masih aktif sebagai birokrat yakni sama-sama di Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi.
Hal-hal semacam ini yang nampaknya tidak banyak orang sadar bahwa langkah yang Tri lakukan sudah tepat. Justru menjadi keliru ketika, Tri menempatkan orang-orang yang tak memiliki kedekatan dengannya, yang sudah barang pasti tidak mengetahui kapasitas dan kapabilitasnya. Itu justru bisa membahayakan Tri.
Sehingga di tengah munculnya kritikan terhadap Tri Adhianto usai menempatkan lingkaran dekatnya pada jabatan stratgis. Mutasi yang Tri lakukan juga banyak menuai pujian.
Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Bekasi, Rudy Heryansyah misalnya memuji mutasi yang dilakukan oleh Tri Adhianto. Pihaknya menyebut bahwa mutasi merupakan bagian dari dinamika organisasi, dan menjadi bagian penting dari langkah penyegaran birokrasi.
“Semoga seluruh pejabat yang mendapat tugas dan amanah baru, mampu beradaptasi dan bekerja dengan maksimal sesuai tugas pokok dan fungsinya (Tupoksi),” kata dia, dalam menanggapi mutasi pejabat yang dilakukan Tri Adhianto, baru-baru ini.
Bahkan mutasi yang Tri Adhianto lakukan nampaknya mendapat dukungan atau legitimasi dari DPRD Kota Bekasi. Terbukti mutasi dihadiri oleh Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi dan Ketua Komisi I DPRD Kota Bekasi, Murfati Lidianto.
Sementara itu, sumber internal Pemkot Bekasi menyebutkan, munculnya suara-suara sumbang soal mutasi di lingkungan Pemkot Bekasi bersumber dari internal Pemkot Bekasi sendiri. Terutama dari pihak-pihak yang merasa tidak puas dengan hasil mutasi yang dilakukan Tri Adhianto.
“Kalau ada yang mempersoalkan mutasi paling juga sumbernya dari pejabat yang gak suka dengan hasil mutasi. Hanya karena dia dipindah tugas, dia sebarkan berita-berita miring soal mutasi,” ujar sumber internal Pemkot Bekasi, yang tak mau namanya disebut.






Tinggalkan Balasan