Megapolitan.co – Akses internet akhirnya hadir langsung di lingkungan SMP Negeri Lambitu Satu Atap, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), sehingga siswa kini tidak perlu lagi pergi jauh hanya untuk mendapatkan sinyal.
Fasilitas ini merupakan bantuan internet berbasis Satelit Republik Indonesia-1 (Satria-1) yang disalurkan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) pada Senin 12 April 2026.
Program ini menyasar wilayah 3T (terdepan, terpencil, dan tertinggal) sebagai bagian dari upaya pemerataan transformasi digital di seluruh Indonesia.
Sebelumnya, keterbatasan jaringan membuat aktivitas belajar berbasis internet di SMPN 03 Lambitu Satu Atap harus dilakukan di lokasi yang lebih tinggi.
Para siswa bahkan terpaksa naik ke area perbukitan demi mendapatkan sinyal untuk mengikuti pembelajaran dan ujian berbasis daring.
“Kami dari SMPN 3 Lambitu Satu Atap ingin menceritakan bagaimana dulunya akses internet tidak ada di sekolah kami. Kita melakukan ujian dan kegiatan belajar mengajar yang berbasis internet, itu kita lakukan di bukit-bukit untuk mendapatkan akses internet,” kata Pengajar TIK di SMPN 03 Lambitu Satu Atap, Andri Maulana, dikutip Jumat (17/4/2026).
Dalam video yang diunggah akun @bimakini, terlihat sejumlah siswa mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) di area perbukitan karena keterbatasan sinyal di sekolah.
Kini kondisi tersebut berubah. Proses belajar mengajar hingga pelaksanaan ujian berbasis internet dapat dilakukan langsung di dalam ruang kelas tanpa harus mencari lokasi dengan sinyal kuat.
Dengan hadirnya akses internet ini, diharapkan kegiatan pembelajaran menjadi lebih efektif, nyaman, dan mendukung peningkatan kualitas pendidikan di wilayah tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan penyediaan fasilitas akses internet yang telah diberikan kepada sekolah kami. Terima kasih Komdigi,” ujar para pelajar SMPN 03 Lambitu Satu Atap kompak.






Tinggalkan Balasan