Megapolitan.co – Seorang siswa kelas 2 SD Negeri 2 Selaraja, Warunggunung, Kabupaten Lebak, Banten, mengalami trauma hingga enggan kembali ke sekolah. Bocah bernama Rafardan Febrian (RF) itu dituduh memalak dan membully siswa kelas 1 oleh pihak sekolah.
Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat, 12 September 2025 pagi, saat kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW di sekolah. Menurut keterangan orang tua siswa, Nurlita, tuduhan tersebut tidak memiliki bukti jelas. Ia bahkan menuturkan, anaknya sempat mendapatkan ancaman akan dipenjara.
“Anak saya dituduh memalak siswa kelas 1 perempuan tanpa bukti yang jelas. Bahkan sempat diancam akan dipenjara, akibatnya dia sakit sejak Jumat sore, demam, dan tidak bisa ikut UTS,” ujarnya, Selasa (16/9/2025).
Sejak kejadian itu, RF enggan masuk sekolah dan mengalami ketakutan. Keluarga pun menilai pihak sekolah bersikap tidak adil dalam menangani kasus tersebut.
Menanggapi tudingan itu, Kepala Sekolah SD Negeri 2 Selaraja, Oom Komariah, membantah telah memberikan tekanan kepada siswa. Menurutnya, sekolah hanya melakukan klarifikasi atas laporan yang diterima dari guru dan orang tua siswa kelas 1.
“Kami tidak ada menekan. Kami hanya klarifikasi atas laporan yang disampaikan,” kata Oom.
Hingga kini, kasus dugaan pemalakan tersebut masih dalam tahap klarifikasi internal sekolah. Pihak orang tua berharap ada perlakuan yang adil terhadap semua murid agar tidak ada anak yang merasa terintimidasi.






Tinggalkan Balasan