Megapolitan.co – Personel Satuan Tugas (Satgas) TNI menggelar mediasi bersama keluarga almarhumah Nalite Wamang di Ruang Otopsi RS ISOS Tembagapura, Sabtu 9 Mei 2026. Pertemuan berlangsung aman dan kondusif dengan suasana penuh empati.

Dalam mediasi tersebut, keluarga menyampaikan apresiasi kepada personel Satgas TNI atas bantuan evakuasi jenazah hingga tiba di rumah sakit.

Pihak TNI juga memaparkan kronologi kejadian secara terbuka dengan didampingi tokoh masyarakat setempat, Atinus MK serta Kepala Kampung Longsoran dan Kimberli, Memekula.

Di hadapan keluarga, personel Satgas TNI menjelaskan bahwa sebelum insiden terjadi, aparat yang melakukan pengamanan di wilayah MP 69 mendeteksi adanya pergerakan mencurigakan.

Dari hasil pemantauan itu, terdengar dua kali letusan senjata api dari arah Camp David di seberang sungai yang diduga berasal dari kelompok OPM pimpinan Guspi Waker.

Situasi kemudian memanas setelah kelompok separatis bersenjata kembali melepaskan rentetan tembakan ke arah posisi personel Satgas TNI di sekitar Camp Wini Kalikuluk. Kondisi tersebut memicu kepanikan warga sipil yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Meski berada dalam situasi berbahaya, prajurit TNI disebut tetap mengedepankan prinsip Rules of Engagement (ROE) dalam setiap tindakan di lapangan.

Langkah yang diambil dilakukan dengan mempertimbangkan hukum, hak asasi manusia, etika, serta nilai kemanusiaan.

Di tengah situasi mencekam, personel TNI menemukan seorang anak perempuan mengalami luka tembak di bagian bahu kiri di sekitar Camp Wini.

Dengan sigap, prajurit kemudian mengevakuasi korban menggunakan tandu menuju fasilitas kesehatan terdekat.

Namun nahas, saat dalam perjalanan menuju pusat layanan kesehatan di Jalan Poros MP 69, korban dinyatakan meninggal dunia akibat luka tembak yang dideritanya.

Keluarga almarhumah menerima penjelasan serta ucapan belasungkawa yang disampaikan personel Satgas TNI dengan baik. Mediasi berlangsung secara kekeluargaan dengan pendekatan humanis.

Selanjutnya, jenazah Nalite Wamang direncanakan dievakuasi menuju RSUD Timika sebelum diserahkan kepada orang tua kandung dan keluarga besar.

Prosesi pemakaman akan dilaksanakan di wilayah Kwamki Lama, Timika, usai menunggu kedatangan pihak keluarga dari Jakarta.

Koordinasi juga telah dilakukan bersama Pemerintah Kabupaten Mimika dan aparat keamanan terkait pengamanan proses pemulangan jenazah hingga pelaksanaan pemakaman agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar.