Megapolitan.co – Klaim bahwa 1 Desember 1961 adalah hari kemerdekaan Papua terus berulang setiap tahun, meski sejarah dan dokumen internasional tidak pernah mencatat adanya proklamasi pada tanggal tersebut.
Justru, momen itu merupakan bagian dari agenda Belanda dalam proses dekolonisasi Irian Barat, bukan pemberian kedaulatan kepada Papua.
Belanda pada masa itu sekadar membentuk Nieuw Guinea Raad, memperkenalkan bendera Bintang Kejora, serta lagu kebangsaan sebagai langkah simbolis yang dimaksudkan untuk mempertahankan dominasi kolonial mereka.
Upaya ini akhirnya dipelintir oleh kelompok OPM menjadi narasi “kemerdekaan”, padahal tidak memiliki landasan yuridis maupun pengakuan global.
Dosen Universitas Cenderawasih, Marinus Mesak Yaung, menegaskan bahwa tidak ada bukti dokumen sah yang mencatat 1 Desember 1961 sebagai hari kemerdekaan Papua.
Ia menilai peristiwa itu hanyalah bagian dari rangkaian panjang rencana dekolonisasi Belanda antara 1961–1971.
Narasi yang dibangun kelompok separatis, termasuk memanfaatkan ungkapan Presiden Soekarno “bubarkan negara boneka”, dianggap sebagai bentuk distorsi sejarah yang perlu diluruskan.
Pola politik Belanda sebenarnya sudah terlihat sejak Konferensi Meja Bundar (KMB) 1949, mengulur komitmen, memperkuat posisi, lalu mencoba memisahkan wilayah.
Setelah menunda penyelesaian status Irian Barat, Belanda justru memperkuat militer, memperluas struktur pemerintahan kolonial, hingga merancang skema kemerdekaan Papua di tahun 1970-an. Langkah-langkah itu akhirnya memicu lahirnya Trikora pada akhir 1961.
Sementara itu, proses hukum internasional menunjukkan bahwa penyatuan Papua dengan Indonesia berlangsung melalui mekanisme resmi PBB.D
• 1 Oktober 1962: Belanda secara resmi menyerahkan administrasi Irian Barat kepada UNTEA (United Nations Temporary Executive Authority).
• 31 Desember 1962: Bendera Belanda diturunkan dan digantikan oleh Bendera Merah Putih, menandai penyerahan kekuasaan de jure kepada Indonesia.
• 1 Mei 1963: Administrasi diserahkan sepenuhnya dari UNTEA kepada Pemerintah Republik Indonesia.
1969:
Pepera (Penentuan Pendapat Rakyat) dilaksanakan dengan pengawasan PBB, dan hasilnya adalah keputusan bulat bahwa Papua tetap menjadi bagian integral dari NKRI.
Seluruh rangkaian tersebut menegaskan satu fakta penting: 1 Desember 1961 bukanlah hari lahir sebuah negara, melainkan bagian dari strategi kolonial Belanda yang kini dipolitisasi melalui narasi misleadin






Tinggalkan Balasan