Megapolitan.co – Semangat kebersamaan dan jiwa kepramukaan para warga binaan Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang, terasa begitu kental saat mengikuti upacara pembukaan Perkemahan Satya Dharma Bhakti Pemasyarakatan di halaman lapas.

Kegiatan ini bagian dari pembinaan kepribadian berbasis kepramukaan yang digagas oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kepulauan Bangka Belitung, sejalan dengan SE Ditjen Pemasyarakatan dan dilaksanakan secara terpusat di Lapas Narkotika Pangkalpinang.

Kepala Kanwil Pemasyarakatan Kepulauan Bangka Belitung, Herman Sawiran, menekankan perkemahan ini bukan hanya sebatas agenda formal, melainkan sebuah ruang untuk membentuk karakter warga binaan agar lebih disiplin, berjiwa nasionalis, dan memiliki solidaritas yang kuat.

“Keikutsertaan warga binaan dalam gerakan pramuka mencerminkan bahwa setiap individu memiliki kesempatan untuk berubah dan berkembang menjadi pribadi yang lebih baik,” ujarnya, Jumat (25/7/2025).

Menurutnya, meskipun warga binaan menjalani kehidupan terbatas di balik tembok lapas, semangat mereka untuk bertumbuh tetap menyala. Hal tersebut, kata Herman, sejalan dengan filosofi dasar Gerakan Pramuka.

“Ikuti kegiatan ini dengan sepenuh hati, jaga keamanan dan ketertiban, jaga kekompakkan, semangat, dan junjung tinggi nilai-nilai Pemasyarakatan dan Gerakan Pramuka,” pungkasnya.

Kegiatan perkemahan ini diikuti oleh enam Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di Pulau Bangka. Masing-masing mengirim satu regu yang terdiri dari delapan warga binaan serta petugas pendamping.

Selain Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang sebagai tuan rumah, peserta datang dari Lapas Kelas IIA Pangkalpinang, Lapas Perempuan Kelas III, LPKA Kelas II, Lapas Kelas IIB Sungailiat, dan Rutan Kelas IIB Muntok.

Upacara ini juga dihadiri oleh sejumlah tamu undangan, seperti Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan, pimpinan UPT, Ketua Kwarcab Kota Pangkalpinang, Danramil 0413-15 Taman Sari, perwakilan Polsek Taman Sari, serta para petugas pendamping.

Rangkaian acara perkemahan mencakup berbagai aktivitas pembinaan, di antaranya pembangunan gapura regu, lomba baris-berbaris, yel-yel, senam semaphore, pioneering dasar, outbound, api unggun, pentas seni, dan renungan malam.

Kegiatan ini diharapkan membentuk karakter warga binaan yang lebih baik, berjiwa pemimpin, berdisiplin, dan memiliki semangat nasionalisme. Tak hanya menjadi wadah edukatif, perkemahan ini juga menjadi ruang untuk menumbuhkan potensi diri dan menciptakan suasana pembinaan yang positif di dalam lingkungan pemasyarakatan.

megapolitanco
Editor