Megapolitan.co – Pelayanan kesehatan gratis masih terus digelar di wilayah terdampak banjir bandang di Sumatra Utara dan Sumatra Barat hingga Senin, 2 Februari 2026.
Program ini menjadi bagian dari upaya pemulihan pascabencana, dengan fokus menjaga kondisi kesehatan masyarakat di tengah keterbatasan akses layanan medis.
Pelayanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan umum, pemantauan kondisi warga, pemberian obat-obatan, hingga edukasi kesehatan dasar.
Kehadiran tenaga medis di tengah masyarakat disambut positif, terlihat dari antusiasme warga yang memanfaatkan layanan tersebut.
Personel medis dari TNI tampak aktif mendatangi warga secara langsung, baik di rumah, lokasi pengungsian, area jalan, maupun ruko-ruko.
Pendekatan jemput bola ini dilakukan untuk memastikan layanan kesehatan menjangkau warga yang kesulitan datang ke fasilitas medis akibat dampak bencana.
Di wilayah Sumatra Utara, layanan kesehatan gratis dilaksanakan di sejumlah titik, antara lain Desa Aek Ngadol dan Desa Batu Hula di Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan.
Kegiatan serupa juga berlangsung di Desa Kampung Martua Lorong 1, Kecamatan Tukka, serta Desa Kebun Pisang, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah.
Selain itu, layanan kesehatan turut menjangkau Desa Hutan Bolon dan Desa Supange di Kecamatan Tukka. Tidak hanya menyasar masyarakat, pelayanan kesehatan juga diberikan kepada anggota TNI yang terlibat langsung dalam proses pemulihan pascabencana.
Pemeriksaan kesehatan bagi personel lapangan dilakukan guna memastikan kondisi fisik tetap prima selama menjalankan tugas kemanusiaan.
Di Sumatra Barat, layanan kesehatan dilaksanakan di berbagai lokasi terdampak, di antaranya Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam; Nagari Sungai Rimbang, Kecamatan Suliki, Kabupaten Lima Puluh Kota; Jembatan Gantung Sungai Batang di Kecamatan Pauh Duo, Kabupaten Solok Selatan; serta Nagari Batu Kalang, Kecamatan Padang Sago, Kabupaten Padang Pariaman. Pelayanan juga dilakukan di Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam.
Rangkaian kegiatan ini mencerminkan kuatnya sinergi antara TNI dan pemerintah daerah dalam merespons dampak bencana.
Kolaborasi lintas sektor tersebut dinilai efektif dalam memastikan bantuan kesehatan dapat menjangkau masyarakat secara merata, khususnya mereka yang berada di wilayah terdampak paling parah.






Tinggalkan Balasan