Megapolitan.co – Di tengah penanganan pengungsi, pemerintah juga mempercepat pemulihan fasilitas kesehatan yang terdampak bencana.

Hingga pertengahan Desember, sebanyak 41 rumah sakit dan 343 puskesmas di wilayah Sumatera dilaporkan mulai kembali beroperasi secara bertahap.

Presiden menginstruksikan Kementerian Kesehatan agar segera menyiapkan tambahan tenaga medis guna mengantisipasi risiko penyakit pascabencana, khususnya di daerah dengan keterbatasan akses layanan.

Presiden juga meminta Kementerian Pertahanan mendukung operasi kemanusiaan melalui penyediaan armada udara untuk evakuasi serta pelayanan kesehatan darurat.

Kementerian Kesehatan sendiri telah bergerak sejak 27 November 2025 dengan mengerahkan Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) ke wilayah terdampak. Saat ini, sebanyak 31.832 relawan TCK tercatat siap ditugaskan secara nasional.

TCK terdiri dari tenaga medis dan nonmedis terlatih yang disiapkan untuk menghadapi kondisi darurat, mulai dari layanan kesehatan dasar, penanganan kegawatdaruratan, hingga dukungan logistik kesehatan di posko pengungsian.

Mobilisasi ini dilakukan atas arahan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebagai bagian dari respons cepat skala nasional.

Sebagai tambahan kekuatan di lapangan, Presiden juga memerintahkan pelibatan dokter magang yang bertugas di bawah pendampingan dokter TNI dan Polri. TNI sendiri telah mengirimkan sedikitnya 24 tenaga kesehatan ke Aceh dengan menggunakan helikopter.

Tak hanya itu, pemerintah menyiapkan empat helikopter medis tambahan untuk menjangkau titik-titik pengungsian yang sulit diakses melalui jalur darat.

Upaya ini ditujukan agar pengungsi tetap mendapatkan layanan kesehatan, termasuk penanganan dan rujukan medis darurat.

Ronnie Sahala
Editor