Megapolitan.co – Pemerintah tetap melanjutkan rencana pembangunan 100 Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) mulai 2026 meski program tersebut menuai beragam respons di ruang publik.

Sekolah Nasional Terintegrasi digagas sebagai sekolah unggulan nonasrama yang ditujukan untuk memperluas akses pendidikan berkualitas sekaligus mengurangi kesenjangan mutu pendidikan antarwilayah di Indonesia.

Perbincangan mengenai program ini ramai muncul di media sosial. Sebagian kalangan mempertanyakan urgensi pembangunan sekolah baru ketika masih banyak sekolah di daerah yang membutuhkan perbaikan sarana dan prasarana.

Menanggapi hal tersebut, pemerintah menegaskan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi bukanlah program yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari strategi besar peningkatan kualitas pendidikan nasional.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan pembangunan sekolah tersebut merupakan arahan langsung Presiden untuk memperluas pemerataan akses pendidikan berkualitas.

“Tahun ini direncanakan kita akan bangun seratus Sekolah Nasional Terintegrasi dan sudah ada usulan-usulan sekolah yang masuk dari 36 yang sudah kami seleksi,” kata Abdul Mu’ti.

Sekolah Unggulan Hadir di Daerah

Pemerintah menyiapkan Sekolah Nasional Terintegrasi dengan konsep berbeda dibanding sejumlah sekolah unggulan yang telah ada selama ini.

Jika banyak sekolah unggulan menerapkan sistem asrama, SNT justru dirancang sebagai sekolah unggulan nonasrama agar dapat menjangkau lebih banyak siswa tanpa harus meninggalkan daerah asalnya.

Menurut Abdul Mu’ti, konsep tersebut diharapkan membuka kesempatan yang lebih luas bagi peserta didik berprestasi untuk memperoleh layanan pendidikan terbaik di wilayahnya masing-masing.

“Sekolah Nasional Terintegrasi, yang ini merupakan sekolah unggul yang tidak berasrama,” ujar Abdul Mu’ti.

Pemerintah menilai kehadiran sekolah unggulan di berbagai daerah dapat membantu mengurangi ketimpangan akses pendidikan yang selama ini masih terkonsentrasi di sejumlah kota besar.

Pada tahap awal pelaksanaan, pemerintah akan memanfaatkan aset dan fasilitas pendidikan yang telah tersedia sebelum membangun sekolah baru di sejumlah daerah yang lolos seleksi.

“Dan tahun ini kami mulai, insyaallah. Lima sekolah kami buka di balai-balai yang dimiliki oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Kemudian ada satu di IKN, dan sembilan yang nanti kita bangun baru di daerah yang sudah diseleksi,” jelas Abdul Mu’ti.

Revitalisasi Sekolah Tetap Berjalan

Sorotan publik terhadap pembangunan sekolah baru tidak lepas dari kondisi ribuan sekolah yang masih membutuhkan perbaikan fasilitas.

Namun pemerintah memastikan program Sekolah Nasional Terintegrasi tidak menggeser agenda revitalisasi sekolah yang telah berjalan selama beberapa tahun terakhir.

Kemendikdasmen menyebut pengembangan SNT dilakukan melalui pembangunan sekolah baru dan peningkatan kualitas sekolah yang telah beroperasi. Pendekatan tersebut dipilih agar penguatan sekolah unggulan tetap sejalan dengan kebutuhan perbaikan fasilitas pendidikan yang sudah ada.

Dalam laporan kepada Presiden, Kemendikdasmen mencatat revitalisasi sekolah pada 2025 telah mencapai 16.167 satuan pendidikan sesuai target yang ditetapkan.

Sementara pada 2026, pemerintah menargetkan revitalisasi menjangkau 71.744 satuan pendidikan dari berbagai jenjang pendidikan di seluruh Indonesia.

Data tersebut menjadi dasar pemerintah untuk menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi bukan pengganti program perbaikan sekolah, melainkan pelengkap dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan nasional secara menyeluruh.

Disiapkan Cetak Talenta Unggul

Selain memperluas akses pendidikan berkualitas, Sekolah Nasional Terintegrasi juga diproyeksikan menjadi pusat pengembangan talenta generasi muda di berbagai daerah.

Sekolah ini akan berfungsi sebagai wadah pembinaan prestasi akademik, penguatan kompetensi, dan pengembangan karakter peserta didik agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Pemerintah berharap kehadiran sekolah unggulan di daerah dapat menciptakan dampak positif bagi sekolah-sekolah di sekitarnya melalui penyebaran praktik pendidikan terbaik dan peningkatan standar pembelajaran.

Program pembangunan 100 Sekolah Nasional Terintegrasi menjadi salah satu investasi jangka panjang pemerintah untuk menyiapkan sumber daya manusia unggul di masa depan.

Melalui pembangunan sekolah unggulan, pemanfaatan fasilitas yang sudah tersedia, serta percepatan revitalisasi puluhan ribu sekolah eksisting, pemerintah berharap pemerataan pendidikan berkualitas dapat semakin cepat terwujud dan menjangkau lebih banyak siswa hingga ke pelosok Tanah Air.

megapolitanco
Editor