Megapolitan.co – Pemerintah memastikan pasokan BBM bagi masyarakat Sumatera Utara tetap terjaga meski distribusi sempat mengalami kendala.

Salah satu langkah yang ditempuh ialah pelibatan sementara 18 personel TNI sebagai pengemudi truk tangki Pertamina agar pelayanan publik tidak terganggu.

Kebijakan tersebut menjadi perhatian setelah video yang memperlihatkan personel TNI mengemudikan truk tangki BBM beredar di media sosial.

Di tengah beragam spekulasi yang berkembang, pemerintah menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan solusi sementara untuk mempercepat pemulihan distribusi.

Pemerintah Luruskan Penyebab Antrean di SPBU

Gangguan distribusi BBM mulai menjadi sorotan setelah sejumlah SPBU di berbagai wilayah Sumatera Utara dipadati antrean kendaraan dalam beberapa hari terakhir.

Situasi tersebut semakin ramai diperbincangkan setelah beredarnya potongan video di media sosial yang memperlihatkan personel TNI berseragam mengoperasikan truk tangki BBM milik Pertamina.

Di media sosial kemudian berkembang narasi yang mengaitkan kondisi tersebut dengan dugaan PHK massal maupun aksi mogok kerja pengemudi truk tangki.

Namun, pemerintah bersama Pertamina memberikan penjelasan resmi yang berbeda mengenai penyebab terganggunya distribusi BBM di lapangan.

Pertamina Tegaskan Tidak Ada PHK Massal

Hingga kini masih terdapat perbedaan informasi mengenai akar persoalan distribusi BBM di Sumatera Utara. Sebagaimana dilansir Warta Ekonomi, sempat muncul informasi mengenai adanya pemberhentian pengemudi, namun hal tersebut dibantah oleh Pertamina.

Pertamina Patra Niaga menegaskan tidak pernah menerapkan kebijakan PHK massal terhadap para pengemudi truk tangki.

Berdasarkan keterangan resmi yang dihimpun dari berbagai sumber, Pertamina menjelaskan bahwa hambatan distribusi lebih disebabkan oleh persoalan internal dalam pengelolaan transportasi yang saat ini sedang dibenahi.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Gubernur Bobby Nasution, sebagaimana dikutip dari DetikSumut, menyampaikan bahwa antrean kendaraan di SPBU bukan dipicu oleh kosongnya stok BBM, melainkan karena distribusi menuju SPBU sempat mengalami hambatan.

Pelibatan TNI Bersifat Sementara

Sebagai upaya menjaga kelancaran pasokan energi kepada masyarakat, TNI mengerahkan 18 personel yang telah memiliki kompetensi sebagai pengemudi kendaraan.

Kapendam I/Bukit Barisan, Kolonel Inf Dody Sahata, dalam keterangannya kepada Sumut Pos, menegaskan bahwa pengerahan tersebut merupakan tugas bantuan kepada pemerintah daerah.

Para prajurit ditugaskan untuk memastikan pelayanan publik tetap berjalan sehingga kebutuhan energi masyarakat tidak mengalami gangguan.

Pemerintah pusat melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, sebagaimana dikutip GridOto, juga menegaskan bahwa pelibatan personel TNI hanya bersifat sementara.

Langkah tersebut merupakan upaya preventif pemerintah untuk menjaga stabilitas distribusi BBM bersubsidi selama proses evaluasi terhadap kendala operasional masih berlangsung.

Koordinasi Terus Diperkuat hingga Distribusi Normal

Pemerintah daerah, Pertamina, TNI, dan Polri terus melakukan koordinasi intensif untuk mempercepat proses normalisasi distribusi BBM di Sumatera Utara.

Selain memastikan pasokan kembali stabil, evaluasi terhadap sistem transportasi dan pengelolaan armada juga terus dilakukan sebagai langkah antisipasi agar gangguan serupa tidak kembali terjadi.

Pemerintah juga menegaskan komitmennya untuk memastikan hak-hak tenaga kerja tetap dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku, sembari mendorong distribusi BBM kembali dijalankan secara mandiri oleh awak mobil tangki setelah kondisi benar-benar pulih.