Megapolitan.co – Mengisi masa libur sekolah, sejumlah komunitas pecinta hewan di Banten menggelar kegiatan edukasi satwa bagi anak-anak dan masyarakat umum di Cafe Ergana, Kota Serang, Banten.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan antusias dari para pengunjung yang memanfaatkan momen liburan untuk mengenalkan dunia satwa kepada anak sejak dini.

Acara ini menghadirkan berbagai jenis hewan, mulai dari reptil, ayam hias, kelinci, sugar glider, landak mini, hamster hingga iguana. Pengunjung juga diberi kesempatan berinteraksi langsung dengan satwa di bawah pendampingan tim komunitas.

Sejumlah reptil seperti ular reticulated python (retic), ball python (BP), dan boa menjadi daya tarik utama dalam kegiatan tersebut. Tim edukasi memberikan penjelasan mengenai karakter, habitat, hingga cara berinteraksi yang aman dengan satwa.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi beberapa komunitas pecinta hewan, di antaranya Ayam Hias Banten, KEPATIL (Keluarga Pecinta Reptil), serta Berbici, komunitas pecinta kelinci. Selain memperkenalkan berbagai jenis satwa, kegiatan juga bertujuan mengedukasi masyarakat agar lebih memahami cara memperlakukan hewan dengan benar.

Sebagian besar pengunjung mengaku mengetahui kegiatan tersebut melalui media sosial TikTok. Mereka sengaja datang bersama keluarga agar anak-anak dapat memperoleh pengalaman belajar yang berbeda selama masa liburan.

Penyelenggara menjelaskan, komunitas rutin menggelar kegiatan temu anggota atau kopi darat (kopdar) setiap bulan. Namun, pada momentum libur sekolah, konsep acara difokuskan pada edukasi dan interaksi langsung antara anak-anak dengan satwa.

“Kami sengaja datang karena anak-anak sedang libur sekolah. Selain jalan-jalan, mereka juga bisa belajar mengenal berbagai jenis hewan secara langsung dan tidak hanya melihat dari internet atau televisi,” kata Shelda Rahmadani, salah satu pengunjung.

Sementara, penyelenggara komunitas hewan, Iyang, mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya anak-anak, agar dapat mengenal satwa secara lebih dekat.

“Jadi kalau sudah lebih kenal kan tidak takut terhadap hewan, tetapi tetap memahami cara berinteraksi dengan aman dan benar,” ujar Kang Iyang, sapaan akrabnya.

Melalui kegiatan tersebut, para komunitas berharap edukasi tentang satwa dapat semakin luas diterima masyarakat sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian dan kesejahteraan hewan sejak usia dini.

 

megapolitanco
Editor