Megapolitan.co – Pemerintah terus mempercepat pembangunan infrastruktur transportasi di Papua Selatan, khususnya di kawasan Wanam, Kabupaten Merauke, yang berpotensi menjadi salah satu pusat logistik pangan nasional.
Langkah ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan sebagaimana diatur dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 14 Tahun 2025.
Kawasan Food Estate Wanam menjadi perhatian khusus karena dinilai strategis untuk mendukung ketahanan pangan nasional, terutama di wilayah timur Indonesia.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan pembangunan Pelabuhan dan Bandara Wanam berjalan sesuai target dan mendapatkan dukungan penuh dari Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi fokus untuk pembangunan diarahkan ke dua infrastruktur utama tersebut karena kawasan Wanam menunjukkan perkembangan signifikan.
“Infrastruktur transportasi menjadi kunci untuk memperlancar arus logistik hasil pertanian dan mempercepat distribusi pangan di wilayah timur Indonesia,” ujarnya.
Bangun Akses Terpadu ke Sentra Produksi Pangan
Selain pelabuhan dan bandara, pemerintah juga menyiapkan peningkatan konektivitas darat di sekitar kawasan Wanam untuk memudahkan mobilitas hasil produksi dari area food estate menuju pelabuhan.
Upaya ini diharapkan menciptakan sistem logistik yang efisien, cepat, dan berdaya saing.
Keberadaan pelabuhan serta bandara tersebut akan menjadi tulang punggung rantai pasok pangan nasional, menghubungkan Merauke sebagai lumbung produksi dengan berbagai wilayah konsumsi di Indonesia.
Infrastruktur Siap Dukung Swasembada
Kemenhub menargetkan Pelabuhan Wanam dapat beroperasi pada tahun 2026, bersamaan dengan rampungnya pengembangan Bandara Wanam.
Dengan fasilitas transportasi yang terintegrasi, hasil pertanian dari kawasan tersebut dapat langsung dikirim ke berbagai pusat distribusi tanpa melalui proses pengiriman yang panjang.
Pemerintah meyakini pembangunan infrastruktur di Wanam bukan hanya memperkuat sektor pangan nasional, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Papua Selatan melalui peningkatan lapangan kerja dan aktivitas perdagangan.






Tinggalkan Balasan