Megapolitan.co – Upaya pemulihan infrastruktur pascabencana di Sumatera Utara terus dikebut. Personel TNI saat ini fokus menyelesaikan pembangunan dan perbaikan delapan jembatan di sejumlah wilayah guna mengembalikan konektivitas masyarakat yang sempat terputus.

Pekerjaan jembatan dilakukan di berbagai medan dengan jenis konstruksi yang beragam, mulai dari jembatan gantung hingga jembatan bailey.

Hingga Kamis, 29 Januari 2026, personel TNI tampak bekerja intensif, mulai dari penggalian tanah, pengangkutan material, penyiapan fondasi, pemasangan besi pengaman, hingga pengecatan struktur jembatan.

Untuk mempercepat proses, sejumlah alat berat turut dikerahkan, terutama di lokasi dengan akses sulit dan kondisi geografis menantang. Berikut delapan jembatan yang saat ini dalam tahap pembangunan dan penyelesaian:

1. Jembatan gantung Desa Ladang Tengah–Andam Dewi

2. Jembatan gantung Lingkungan III Kelurahan Bonalumban menuju Lingkungan IV Kelurahan Tukka, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah

3. Jembatan gantung Perintis Garuda yang menghubungkan Lingkungan I Lumban Tonga-Tonga, Kelurahan Bonalumban dengan Lingkungan III Onan Tukka, Kelurahan Tukka

4. Jembatan gantung Perintis Garuda penghubung Desa Padang Masiang dan Desa Ujung Batu, Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah

5. Jembatan gantung Desa Sanawuyu, Kecamatan Sawo, Kabupaten Nias Utara

6. Jembatan gantung di Sungai Moro’o, Desa Ononamolo III, penghubung Desa Hilidaura, Kecamatan Mandrehe Barat, Kabupaten Nias Barat

7. Jembatan bailey Desa Sifalago Gomo, Kecamatan Boronadu, Kabupaten Nias Selatan

8. Jembatan gantung Desa Purba Sinamba, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Padang Lawas Utara

Keberadaan jembatan-jembatan tersebut diharapkan dapat kembali melancarkan aktivitas warga, mulai dari mobilitas harian hingga distribusi logistik dan layanan dasar.

Saat ini, sekitar 96,89 persen jalan daerah di Sumatra Utara telah kembali berfungsi. Namun, jembatan yang sudah dapat dimanfaatkan baru mencapai 28,13 persen dari total keseluruhan yang dibangun, sehingga percepatan penyelesaian masih menjadi prioritas utama.

megapolitanco
Editor