Megapolitan.co – Upaya penyediaan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana di berbagai daerah di Provinsi Sumatra Barat terus dipercepat. Di sejumlah titik, pembangunan bahkan telah mendekati tahap penyelesaian.

Pembangunan huntara ini melibatkan banyak pihak, mulai dari tenaga konstruksi hingga personel TNI dan Polri.

Fasilitas tersebut disiapkan sebagai tempat tinggal sementara yang aman dan layak sebelum warga direlokasi ke hunian permanen.

Hingga Selasa 20 Januari 2026, progress menunjukkan pembangunan huntara di beberapa wilayah berjalan dengan variasi tahapan.

Di Nagari Katapiang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, struktur bangunan huntara sudah tampak jelas.

Dinding berbahan papan dan atap telah terpasang, sementara beberapa pekerja terlihat melakukan proses pengecatan.

Akses menuju kawasan huntara di lokasi tersebut juga sudah memadai. Jalan utama telah dicor semen, sehingga mendukung kelancaran distribusi material dan aktivitas pekerja di lapangan.

Sementara itu, pembangunan huntara di Jorong Kubu Gadang, Nagari Sumpur, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, masih berada pada tahap perakitan rangka bangunan.

Para pekerja terus menyelesaikan struktur dasar di bawah cuaca panas, sebelum melanjutkan ke pemasangan dinding dan atap.

Di wilayah Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang, huntara dibangun menggunakan konstruksi rangka kayu. Pekerja tampak menyusun kerangka yang selanjutnya akan dilapisi papan.

Setiap unit dirancang memiliki pintu dan jendela guna memastikan sirkulasi udara dan pencahayaan yang memadai.

Keterlibatan personel TNI terlihat menonjol di Jorong Padang Kunyik, Nagari Bungo Tanjuang, Kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar.

Personel membantu pekerjaan fisik seperti pengangkutan semen dan perataan tanah untuk fondasi. Saat ini, pembangunan masih berada pada tahap pemasangan sekat, sehingga belum sepenuhnya rampung.

Adapun di Jorong Asam Pulau, Nagari Anduring, Kecamatan 2×11 Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, pembangunan huntara didominasi keterlibatan personel Polri.

Mayoritas unit di kawasan ini telah hampir selesai dan hanya menyisakan pekerjaan akhir berupa pengecatan.

Personel TNI juga turut membantu dalam proses penggergajian, pengangkutan material, hingga pengolahan tanah.

Secara keseluruhan, pembangunan huntara di Sumatra Barat terus digenjot agar segera dapat dihuni oleh warga terdampak bencana, sekaligus menjadi solusi sementara yang layak sambil menunggu pembangunan hunian tetap.

megapolitanco
Editor