Megapolitan.co – Kunjungan kerja Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Babel, Johan Manurung, ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Pangkalpinang, Kamis, 7 Agustus 2025, bertransformasi menjadi ajang unjuk kecanggihan teknologi penyelamatan milik Basarnas.
Kepala Kansar Pangkalpinang I Made Oka Astawa memanfaatkan momen ini untuk menunjukkan sederet inovasi lapangan yang dikembangkan timnya. Mulai dari penggunaan Starlink untuk menjangkau lokasi pencarian tanpa sinyal, hingga peralatan antibuaya yang diciptakan khusus guna melindungi personel SAR dari ancaman predator saat bertugas.
“Kami sudah menciptakan sejumlah inovasi tak biasa, bahkan melindungi tim dari predator saat menyelamatkan korban. Ini bukan sekadar alat, ini soal nyawa,” ujar Oka.
Kemenkumham sendiri menyambut antusias langkah ini, terutama dalam hal pengajuan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) atas alat dan teknologi yang dirancang mandiri oleh tim SAR Pangkalpinang. Salah satu fokus utama adalah pengajuan paten untuk perangkat pelindung antibuaya tersebut.
“Inovasi ini luar biasa. Kami siap mendukung proses perlindungan kekayaan intelektual agar semua karya anak bangsa mendapat pengakuan hukum,” ucap Johan.
Johan, yang hadir bersama jajaran Kanwil Kemenkumham Babel, menegaskan pentingnya kolaborasi antara institusi hukum dan penyelamatan demi mendorong pelayanan publik yang tidak hanya cepat, tetapi juga inovatif dan terlindungi secara legal.
Kunjungan ini menandai babak baru kolaborasi dua lembaga negara, dimana inovasi di lapangan bencana bertemu kepastian hukum, membuka peluang besar bagi profesional SAR untuk tak hanya menjadi pahlawan di lokasi bencana, tetapi juga pencipta solusi keselamatan berkelas nasional.
“Kami harap sinergi ini berlanjut. Inovasi kami bukan untuk gagah-gagahan, tapi demi keselamatan,” imbuh Oka kembali.






Tinggalkan Balasan