Megapolitan.co – Gelap, dingin, tanpa jarak pandang. Bukan film laga, ini kenyataan yang dihadapi 32 personel penyelamat Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Pangkalpinang dalam latihan ekstrem pencarian di bawah permukaan air, Rabu, 6 Agustus 2025.
Selama dua hari penuh, para rescuer digembleng habis-habisan untuk menghadapi kondisi zero visibility—kondisi paling mematikan dalam dunia penyelaman.
Latihan ini bukan untuk yang lemah mental, dan dipimpin langsung oleh Kepala Kansar Pangkalpinang, I Made Oka Astawa.
“Ini bukan sekadar pelatihan. Ini gladi hidup-mati. 80 persen wilayah kerja kami adalah perairan dengan visibilitas minim. Kalau mereka tidak siap, nyawa bisa jadi taruhan,” tegas Oka dalam sambutannya.
Sesi awal digelar di ruang rapat Kansar dengan materi teknis seperti Fisiologi Selam, Dive Table, dan Metode Pencarian Tertutup. Namun ujian sesungguhnya dimulai saat mereka diterjunkan langsung ke dua lokasi nyata: Kolam Renang Aquatic dan perairan Pulau Ketawai.
Menurut Oka, ini adalah misi strategis untuk mencetak penyelamat tangguh di medan yang tidak mengenal kompromi.
Latihan ini membentuk rescuer yang tidak panik di gelap, tidak ragu di deras, dan tidak gentar saat nyawa orang dipertaruhkan,” ungkapnya.
Selain menjadi ajang uji nyali, kegiatan ini juga sekaligus memverifikasi kesiapan protokol penyelamatan, keandalan alat bantu selam, hingga prosedur komando saat insiden air terjadi.
“Kami tidak mau coba-coba saat operasi sesungguhnya. Di medan nyata, keputusan sepersekian detik bisa jadi batas antara hidup dan mati,” tandasnya.
Latihan ini menjadi pengingat keras, keberanian saja tak cukup. Di dunia SAR, kesiapan mutlak. Sebab misi mereka bukan soal bertahan, tetapi menyelamatkan.






Tinggalkan Balasan