Megapolitan.co – Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Serang mencatat adanya penurunan jumlah permohonan paspor, khususnya untuk keperluan ibadah umrah.
Tren penurunan tersebut mulai terlihat sejak awal tahun 2026, yang diduga dipengaruhi kondisi geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Aktivitas pelayanan paspor di kantor tersebut tetap berjalan normal, namun jumlah pemohon dilaporkan tidak setinggi periode sebelumnya.
Penurunan paling terlihat terjadi pada permohonan paspor untuk perjalanan ibadah umrah.
Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Kantor Imigrasi Serang, Hendar Setiawan, menyebutkan bahwa penurunan mulai terjadi sejak Januari 2026.
“Sejak Januari 2026 ada penurunan permohonan paspor, terutama untuk umrah. Rata-rata penurunan sekitar 20 persen dari jumlah harian,” ujar Hendar, Jumat 10 April 2026.
Ia menjelaskan, saat ini jumlah pemohon paspor berada di kisaran 100 hingga 110 orang per hari. Angka tersebut menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 130 hingga 140 pemohon per hari.
Menurut Hendar, kondisi ini tidak terlalu signifikan secara keseluruhan karena tidak semua permohonan paspor digunakan untuk perjalanan ke Timur Tengah. Namun, untuk kategori umrah, penurunan cukup terasa.
“Hal ini dipengaruhi kondisi geopolitik di Timur Tengah yang membuat masyarakat lebih berhati-hati dalam merencanakan perjalanan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Sub Seksi Pelayanan Dokumen Perjalanan, Yudistira Jatmiko, menyampaikan bahwa penurunan juga terlihat dari data tiga bulan terakhir.
“Dari Januari hingga Maret 2026, permohonan paspor umrah tercatat sebanyak 3.159 pemohon. Ini menurun dibanding periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 4.086 pemohon,” jelas Yudistira.
Ia menambahkan, terdapat selisih sekitar 800 hingga 900 permohonan paspor dalam periode tersebut, yang diduga kuat dipengaruhi situasi geopolitik serta adanya pembatasan penerbangan ke Arab Saudi.
Meski demikian, pihak imigrasi memastikan pelayanan tetap berjalan normal dan tidak mengalami gangguan.
Masyarakat juga diimbau untuk lebih cermat memantau perkembangan situasi global sebelum merencanakan perjalanan ke luar negeri.






Tinggalkan Balasan