Dugaan Mark-Up dan Abuse of Power

Lebih jauh, dugaan mark-up anggaran dilakukan Arwani dalam sejumlah kegiatan—terutama yang berkaitan dengan Taekwondo—ikut menyeruak. Praktik ini bahkan berlangsung tanpa sepengetahuan Ketua KONI. Indikasi abuse of power pun kian terang.

Masa Depan Olahraga KONI Kota Bekasi di Ujung Tanduk

KONI Kota Bekasi kini menghadapi krisis multidimensi: rangkap jabatan, nepotisme, dugaan mark-up, dan pengelolaan anggaran yang manipulatif. Sosok Arwani bukan hanya dituding merusak integritas organisasi, tetapi juga menempatkan masa depan olahraga Kota Bekasi di titik rawan.

Potret buram ini menunjukkan bahwa KONI tidak lagi berdiri sebagai lembaga pembina olahraga, melainkan tersandera oleh kepentingan kelompok sempit dan praktik kekuasaan yang menyimpang. Dampaknya bukan hanya pada tercorengnya integritas organisasi, tetapi juga merugikan masa depan olahraga di Kota Bekasi.  

 

Sabtu 27 September 2025  

 

Disclaimer: Opini ini di luar tanggung jawab redaksi