Megapolitan.co – Ribuan warga memadati Taman Blambangan, Banyuwangi, dalam pergelaran wayang kulit semalam suntuk yang digelar untuk menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Sabtu, 13 Juni 2026 malam.
Pentas budaya yang diinisiasi Polda Jawa Timur itu menghadirkan dalang muda ternama asal Solo, Ki MPP Bayu Aji Pamungkas, yang membawakan lakon “Pandawa Bangun Praja”.
Pertunjukan dimulai sekitar pukul 21.00 WIB dan berlangsung hingga menjelang fajar. Rangkaian seremoni digelar lebih dulu dengan pelepasan kupat luar sebagai simbol terpenuhinya nazar serta pelepasan 17 ekor burung merpati yang melambangkan perdamaian.
Kegiatan tersebut diikuti Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan, Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, Ketua MUI Banyuwangi Muhaimin Asymuni, dan Ki Bayu Aji.
Kapolda Jatim menyerahkan tokoh wayang Werkudoro kepada Ki Bayu Aji sebagai penanda dimulainya pementasan. Di tengah acara, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dan mantan Menteri PAN-RB Abdullah Azwar Anas turut hadir bersama rombongan.
Penampilan Ki Bayu Aji yang diiringi sinden dan gamelan sukses memikat perhatian penonton sepanjang malam. Dalang yang merupakan putra almarhum maestro wayang Anom Suroto itu mengaku terkesan dengan antusiasme masyarakat Banyuwangi.
“Animo penonton Banyuwangi sungguh luar biasa. Terima kasih dukungan masyarakat, kami bisa tampil di Banyuwangi,” kata Ki Bayu Aji.
“Tak lupa kami mengucapkan terima aksih kepada Bapak Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto dan Pak Kapolresta Kombespol Rofiq Ripto Himawan yang telah mengundang saya hadir di Banyuwangi,” ujarnya.
Tak hanya pertunjukan wayang, panitia juga menghadirkan hiburan rakyat dan membagikan ratusan door prize kepada pengunjung, mulai dari peralatan rumah tangga hingga hadiah utama berupa satu unit sepeda motor dan dua motor listrik.
Kapolda Jatim mengatakan Banyuwangi dipilih sebagai lokasi pergelaran untuk memperluas jangkauan kegiatan budaya yang digelar Polda Jawa Timur.
Menurutnya, wayang kulit memiliki nilai edukatif yang relevan dengan tugas Polri sebagai pelindung dan pengayom masyarakat.
“Sosok Pandawa adalah representasi Polri sebagai pengayom masyarakat yang rela berkurban demi tegaknya keadilan dan kebenaran. Filosofi lakon malam ini sebagai semangat ‘Jogo Jawa Timur’, yaitu sebuah semangat gotong royong,” ujarnya.
Sementara itu, suasana semakin meriah ketika Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan naik ke panggung pada sesi limbukan dan menyanyikan lagu “Nyidam Sari”. Di hadapan ribuan penonton, ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan budaya bangsa.
“Budaya itu adalah ringkasan cipta, rasa, dan karya. Budaya adilihung harus menjadikan cerminan hidup bangsa. Harapan saya dengan pergelaran wayang ini kita kembali ke koridor kita berbangsa karen banyak tauladan dan contoh kebaikan dari cerita wayang,” imbuhnya.






Tinggalkan Balasan