Sorotan tajam juga diarahkan pada pengangkatan Satia Wijayanti, adik kandung Tri Adhianto, sebagai Kepala Dinas Kesehatan meski berlatar belakang dokter hewan, bukan dokter manusia. Sementara suaminya, M Solikhin, yang juga ipar Tri, kini menjabat sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).

“Ini bukan lagi sekadar pelanggaran etika moral, tapi bentuk telanjang dari korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) yang sedang dipelihara dari dalam pemerintahan,” tegasnya.

Mulyadi memperingatkan bahwa pola ini akan melahirkan birokrasi arogan yang kehilangan arah dan tidak peka terhadap kebutuhan warga.

“Di bawah kepemimpinan Tri, OPD akan diisi birokrat arogan yang hanya menjalankan rutinitas tanpa inovasi, tanpa empati, dan tanpa jawaban atas kebutuhan warga,” ujarnya.

Ia menutup dengan seruan keras agar Wali Kota Bekasi menghentikan praktik penyimpangan tersebut.

“Kalau Tri Adhianto benar-benar serius membenahi pemerintahan, maka yang harus dilakukan adalah mengembalikan ruh meritokrasi dan menolak segala bentuk kepentingan pribadi dalam penempatan jabatan,” pungkasnya.

megapolitanco
Editor