Megapolitan.co – Center for Budget Analisis (CBA) mengkritik penundaan rekrutmen anggota Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) DKI Jakarta.

Kebijakan tersebut dinilai berpotensi menyisakan masalah serius, terutama terkait akuntabilitas anggaran yang telah disiapkan pemerintah daerah.

Rencana penghentian sementara rekrutmen FKDM mencuat dalam rapat antara Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DKI Jakarta dengan Komisi A DPRD DKI Jakarta, Senin (15/12).

Dalam rapat itu, Kesbangpol mengusulkan penundaan dengan alasan mekanisme seleksi dinilai belum sepenuhnya melibatkan partisipasi masyarakat dan berisiko memunculkan persoalan legitimasi.

Namun, CBA justru melihat penundaan tersebut membuka tanda tanya baru. Direktur Eksekutif CBA, Uchok Sky Khadafi, menilai alasan tersebut tidak boleh dijadikan dalih untuk mengaburkan penggunaan anggaran yang telah dialokasikan.

“Waduh, enak sekali dong Badan Kesbangpol DKI Jakarta bisa seenaknya menghabiskan duit tanpa ada hasil apa pun,” ujar Uchok dalam keterangannya, Senin (22/12/2025).

Uchok mengungkapkan, pada tahun anggaran 2025 telah disiapkan dana sebesar Rp260.400.000 untuk honorarium Tim Seleksi FKDM.

Ia mengingatkan, tanpa proses yang transparan dan partisipatif, anggaran tersebut berpotensi habis tanpa menghasilkan manfaat nyata.

“Anggaran untuk Honorarium Tim Seleksi FKDM sebesar Rp260,4 juta bisa habis hanya gara-gara Kesbangpol DKI asal menunjuk, seperti memilih raja-raja kecil, tanpa melibatkan masyarakat,” tegas Uchok.

Atas kondisi tersebut, CBA mendesak DPRD DKI Jakarta agar tidak berhenti pada keputusan menunda rekrutmen.

megapolitanco
Editor