Keempat belas, Ekosistem Lautan. Tujuan ini memiliki keterkaitan secara tidak langsung, terutama apabila pengadaan pangan memperhatikan keberlanjutan sumber daya perairan.

Kelima belas, Ekosistem Daratan. Pengadaan bahan pangan juga dapat diarahkan agar tidak mendorong praktik produksi yang merusak lingkungan.

Keenam belas, Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh.

Transparansi, pengawasan, mekanisme pengaduan, dan akuntabilitas menjadi bagian penting dalam tata kelola program.

Ketujuhbelas, Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Pelaksanaan MBG membutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, sekolah, tenaga kesehatan, pengelola SPPG, pemasok, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya.

Dari keseluruhan 17 tujuan tersebut, tidak semuanya memiliki hubungan langsung dengan pelaksanaan MBG.

Namun, pelaksanaan program yang dikelola dengan baik dapat memberikan kontribusi terhadap sejumlah tujuan utama, sekaligus harus dipastikan tidak bertentangan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan lainnya.

Bukan Sekadar Berapa Banyak Porsi Dibagikan

Dalam perspektif SDGs, keberhasilan MBG tidak seharusnya hanya diukur dari jumlah porsi makanan yang dibagikan atau banyaknya penerima manfaat yang berhasil dilayani.

Ukuran keberhasilan juga perlu mencakup kualitas gizi, keamanan pangan, kepatuhan terhadap SOP, pemenuhan SLHS, sanitasi dapur, transparansi pengawasan, kecepatan dalam menangani pengaduan, hingga ketegasan dalam memberikan sanksi ketika ditemukan pelanggaran.

Dengan standar tersebut, dugaan kasus gangguan kesehatan tidak harus semata-mata dipandang sebagai alasan untuk menghentikan keseluruhan program.

Kasus yang muncul justru dapat menjadi momentum untuk memperkuat sistem pencegahan, memperbaiki titik-titik yang bermasalah, dan meningkatkan kualitas pengawasan.

megapolitanco
Editor