Kritik Amnesty Indonesia dan Tantangan Pelaksanaan MBG
Di sisi lain, Amnesty International Indonesia mengambil sikap yang lebih kritis.
Organisasi tersebut mendesak pemerintah untuk mempertimbangkan penghentian sementara pelaksanaan MBG setelah muncul sejumlah kasus dugaan gangguan kesehatan yang dikaitkan dengan program tersebut.
Sikap Amnesty Indonesia menjadi penting sebagai bagian dari fungsi pengawasan yang dilakukan masyarakat sipil.
Perlindungan terhadap anak, pemenuhan hak atas kesehatan, serta keamanan pangan memang tidak boleh dikorbankan hanya demi mengejar target jumlah penerima manfaat.
Namun, terdapat ruang kebijakan di antara dua pilihan, yakni melanjutkan seluruh program atau menghentikan MBG secara nasional.
Pemerintah dapat menghentikan sementara operasional SPPG yang bermasalah, melakukan pemeriksaan, memperbaiki prosedur, memenuhi persyaratan SLHS, serta memberikan sanksi apabila ditemukan adanya pelanggaran.
Pendekatan tersebut memungkinkan prinsip kehati-hatian tetap diterapkan tanpa mengesampingkan tujuan pemenuhan gizi bagi masyarakat yang membutuhkan.
17 SDGs dan Ruang Kontribusi MBG
Jika dilihat dalam cakupan yang lebih luas, MBG memiliki ruang untuk memberikan kontribusi terhadap sejumlah tujuan SDGs. Pada saat yang sama, pelaksanaannya juga perlu memperhatikan tujuan pembangunan berkelanjutan lainnya.
Pertama, Tanpa Kemiskinan. Akses terhadap makanan bergizi dapat membantu mengurangi sebagian beban pengeluaran keluarga penerima manfaat.
Kedua, Tanpa Kelaparan. Tujuan ini menjadi keterkaitan paling langsung melalui upaya meningkatkan akses masyarakat terhadap makanan dan gizi.
Ketiga, Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Pelaksanaan program harus memastikan makanan yang diberikan tidak hanya bergizi, tetapi juga aman untuk dikonsumsi.
Tinggalkan Balasan