Megapolitan.co – Amnesty International menyerukan kepada negara-negara di dunia untuk segera mengambil langkah cepat dalam menyelamatkan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan menuju 2030.
Organisasi hak asasi manusia tersebut menilai sebagian besar target SDGs masih berada di luar jalur pencapaian. Kondisi itu dinilai membutuhkan langkah yang kuat, termasuk peningkatan investasi dan pelaksanaan reformasi struktural.
Dalam pernyataan resminya pada 25 Juni 2025, Amnesty International menyebut SDGs dibentuk untuk menjamin perdamaian dan kemakmuran bagi manusia serta planet, baik untuk masa kini maupun masa mendatang.
Amnesty juga mencatat lebih dari 80 persen target SDGs dinilai belum berada pada jalur pencapaian, salah satunya akibat persoalan kurangnya investasi.
Riva Jalipa, Financing for Rights Lead Adviser Amnesty International, menegaskan pentingnya tindakan konkret agar agenda pembangunan tersebut tidak berhenti sebatas target global.
A series of robust measures must be put in place if the Sustainable Development Goals are to become a reality,” kata Riva dalam pernyataan Amnesty International.
Pernyataan itu menarik apabila dikaitkan dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia. Meski MBG tidak dapat diposisikan sebagai implementasi resmi seluruh tujuan SDGs, substansi program tersebut memiliki keterkaitan dengan sejumlah target dalam Agenda 2030, terutama terkait pengentasan kelaparan, peningkatan gizi, kesehatan, pendidikan, dan pengurangan kesenjangan.
MBG dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
SDGs memiliki 17 tujuan yang dirancang untuk menjawab berbagai persoalan global sekaligus memastikan tidak ada kelompok masyarakat yang tertinggal.
Amnesty International menyebut agenda tersebut mencakup berbagai isu, mulai dari kemiskinan, ketimpangan, perubahan iklim, degradasi lingkungan, hingga perdamaian dan keadilan.
Dalam konteks MBG, keterkaitan yang paling langsung dapat dilihat pada Tujuan 2: Tanpa Kelaparan.
Tinggalkan Balasan