Megapolitan.co – Upaya percepatan pemulihan sektor pendidikan di wilayah terdampak banjir di Sumatra menunjukkan perkembangan signifikan.

Jumlah sekolah yang masih menggelar pembelajaran di tenda darurat dilaporkan terus menurun dalam dua pekan terakhir.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan, per 26 Januari 2026 terdapat 129 sekolah di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat yang masih menggunakan tenda sebagai ruang belajar sementara. Namun hingga 11 Februari, jumlah tersebut berkurang menjadi 99 sekolah.

“Kami sampaikan informasi bahwa belajar di tenda, atau kelas darurat, per 26 Januari 2026 tercatat sebanyak 129 sekolah. Namun, saat ini tersisa 99 (sekolah),” ujar Abdul dalam konferensi pers, Rabu, 11 Februari 2026.

Dari total 99 sekolah yang masih menjalankan kelas darurat, sebanyak 52 berada di Aceh, 21 di Sumatra Utara, dan 26 di Sumatra Barat.

Penurunan angka ini disebut sebagai hasil percepatan pembersihan dan perbaikan fasilitas sekolah yang terdampak banjir dan longsor.

Menurut Abdul, sejumlah sekolah yang sebelumnya tidak dapat digunakan kini sudah kembali difungsikan, sehingga siswa dapat belajar di ruang kelas masing-masing.

Selain pengurangan kelas darurat, jumlah sekolah yang menumpang di bangunan sekolah lain juga mengalami penurunan.

Jika pada 26 Januari tercatat 27 sekolah menumpang, per 11 Februari jumlahnya tinggal 22 sekolah.

“Saat ini memang tersisa 22 sekolah karena proses pembersihan (sekolah) sudah selesai,” kata dia.

Berdasarkan data Kementerian, total 4.863 sekolah terdampak bencana di tiga provinsi tersebut. Rinciannya, 3.073 sekolah berada di Aceh, 1.168 di Sumatra Utara, dan 622 di Sumatra Barat.

Meski terdampak cukup luas, Abdul memastikan kegiatan belajar mengajar telah kembali berjalan sepenuhnya.

“Kegiatan pembelajaran sudah berlangsung 100 persen,” tutup dia.

megapolitanco
Editor