Megapolitan.co – Aktivitas perdagangan di sejumlah pasar rakyat yang terdampak bencana di wilayah Sumatra mulai menggeliat kembali.

Pemerintah memastikan proses pemulihan ekonomi terus berjalan seiring perbaikan infrastruktur dan akses transportasi.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyampaikan, pasar-pasar rakyat yang sebelumnya lumpuh akibat bencana kini berangsur kembali beroperasi secara fungsional.

Pernyataan itu disampaikan dalam Konferensi Pers Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi di Jakarta, Rabu (11/2).

Berdasarkan laporan Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) hingga 9 Februari, sebanyak 465 pasar rakyat di Provinsi Aceh telah kembali berjalan.

Pasar-pasar tersebut tersebar di sejumlah daerah seperti Aceh Timur, Aceh Tengah, Aceh Utara, dan Pidie Jaya.

Di wilayah lain, pemulihan juga menunjukkan progres. Tercatat 57 pasar rakyat di Sumatera Utara dan 31 pasar di Sumatera Barat telah kembali beroperasi, meski belum seluruhnya pulih secara maksimal.

“Kemudian, ekonomi pasar, sebagian besar sudah berjalan lancar. Sudah fungsional, ada yang belum maksimal,” kata Tito.

Menurut Tito, kebangkitan pasar rakyat menjadi indikator penting pemulihan ekonomi daerah. Pemerintah menilai perbaikan infrastruktur dasar—terutama akses jalan dan jembatan—menjadi kunci agar aktivitas perdagangan kembali stabil.

Data Satgas PRR per 8 Februari 2026 menunjukkan pembangunan jalan nasional dan jembatan nasional di tiga provinsi terdampak telah rampung 100 persen.

Sementara itu, perbaikan jalan daerah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sudah mencapai 91 persen.

Meski demikian, pemerintah mengakui masih terdapat pekerjaan rumah dalam pemulihan jembatan daerah serta jalan di tingkat provinsi, kabupaten/kota, hingga desa.

Untuk mengatasi hambatan tersebut, koordinasi lintas sektor terus diperkuat, termasuk pelibatan TNI dan Polri guna mempercepat perbaikan akses yang belum optimal.

Selain memulihkan pasar rakyat, pemerintah juga mendorong kebangkitan sektor ekonomi lainnya, seperti UMKM dan ekonomi kreatif, agar perputaran uang di daerah terdampak bisa kembali normal.

“Ekonomi harus dibangkitkan, mulai pasar, kemudian kafe, warung, UMKM, kedai, kemudian juga hotel, beberapa tempat. Kemudian akses, sangat penting sekali. Akses terutama jalan darat,” tandas Tito.

megapolitanco
Editor