Megapolitan.co – Upaya pemulihan pascabencana di Provinsi Aceh terus dikebut. Sejumlah sekolah terdampak kini menjadi fokus pembersihan dan perbaikan pemerintah dengan dukungan personel TNI AD, agar kegiatan belajar mengajar (KBM) dapat kembali berlangsung normal.
Hingga Kamis 29 Januari/2026, progres pembersihan menunjukkan perkembangan signifikan. SDN 8 Meureudu telah mencapai 57 persen, Dayah Miftahul Jannah 61 persen, serta Dayah Mahasiswa Ummul Ayman III dengan capaian tertinggi sementara, yakni 75 persen.
Selain itu, TK Al Bayan tercatat telah dibersihkan hingga 65 persen, disusul Dayah Ummul Ayman II dengan progres 74 persen.
Meski proses rehabilitasi masih berjalan, aktivitas KBM di wilayah terdampak sebenarnya sudah mulai dilakukan sejak 5 Januari 2026.
Pemerintah menerapkan pola pembelajaran yang adaptif dan fleksibel agar hak pendidikan siswa tetap terpenuhi.
Untuk sekolah dengan kerusakan berat, KBM sementara dilaksanakan di tenda-tenda darurat.
Sementara sekolah yang mengalami kerusakan ringan menjalani perbaikan dan pembersihan intensif agar dapat segera digunakan kembali.
Rehabilitasi fasilitas pendidikan menjadi perhatian utama pemerintah sebagai bagian dari pemulihan sektor dasar.
Hingga kini, personel TNI AD masih aktif membersihkan sekolah-sekolah terdampak bencana, tidak hanya di Aceh, tetapi juga di wilayah Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
Komitmen tersebut sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya percepatan pemulihan layanan publik, termasuk pendidikan dan kesehatan.
“Saya minta perhatian bahwa kalau bisa sekolah-sekolah diperhatikan sama puskesmas dengan rumah sakit-rumah sakit supaya bisa berfungsi secepatnya kembali,” ujar Presiden RI Prabowo Subianto dalam rapat koordinasi pada awal tahun ini.
Kehadiran TNI di tengah masyarakat menjadi bagian dari upaya negara untuk memastikan proses pemulihan berjalan cepat dan menyeluruh, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah agar masyarakat dapat bangkit bersama dari dampak bencana.






Tinggalkan Balasan