Megapolitan.co – Permainan tradisional katapel yang pernah mewarnai masa kecil masyarakat Indonesia kini kembali digalakkan warga Rawa Makmur, Palaran, Samarinda. Warga rutin melakukan latihan katapel untuk melestarikan budaya lokal.

Dukungan pun datang dari mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda. Para mahasiswa ikut mendorong pelestarian budaya tradisional dari permainan katapel.

Lebih dari sekadar permainan, katapel mengandung nilai-nilai ketangkasan, ketelitian, ketenangan, hingga kebersamaan. Latihan bersama ini menjadi ruang edukatif dan rekreatif, khususnya bagi anak-anak dan remaja yang kini lebih akrab dengan gawai ketimbang permainan tradisional.

Latihan katapel yang digelar secara berkala oleh warga menjadi langkah nyata menjaga eksistensi permainan tradisional. Mahasiswa KKN UINSI yang tengah menjalani pengabdian masyarakat ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Dari pengamatan mereka, peserta latihan terdiri dari berbagai usia, dari anak-anak hingga orang dewasa yang saling berbagi teknik, memberi semangat, dan menciptakan ruang interaksi sosial positif di tengah masyarakat.

Massa menilai di tengah arus digitalisasi, permainan tradisional semacam ini justru bisa menjadi sarana membentuk karakter dan mempererat hubungan sosial masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi semangat warga Rawa Makmur dalam merawat tradisi katapel ini. Kehadiran kami di sini bukan hanya untuk belajar, tapi juga sebagai bentuk dukungan, bahwa budaya lokal seperti ini penting untuk terus hidup,” ujar salah satu mahasiswa, Sabtu (2/8/2025).

Kehadiran mahasiswa KKN diharapkan dapat memperkuat upaya pelestarian budaya, bukan hanya sebagai tugas masyarakat lokal, tetapi juga tanggung jawab bersama akademisi dan generasi muda. Dokumentasi, penulisan, dan penyebaran cerita tentang permainan tradisional bisa menjadi langkah kecil berdampak besar.

Mahasiswa juga mendorong agar pihak kelurahan dan instansi terkait mendukung kegiatan ini menjadi agenda rutin atau program pembinaan olahraga tradisional di tingkat RT, RW, hingga sekolah.

Keterlibatan mahasiswa dalam latihan katapel di Rawa Makmur menunjukkan bahwa pelestarian budaya tak harus berupa acara besar. Kehadiran, apresiasi, dan pengakuan terhadap praktik budaya lokal merupakan bentuk penghormatan terhadap jati diri bangsa.

Dengan turut serta mendampingi dan mendokumentasikan kegiatan ini, mahasiswa berharap masyarakat makin sadar bahwa menjaga budaya adalah tanggung jawab lintas generasi.

megapolitanco
Editor