Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat menilai kunjungan tersebut berpotensi membawa dampak strategis bagi Indonesia.

Presiden Permias, Axel Hutapea, berharap pertemuan bilateral yang dilakukan Presiden dapat menghasilkan manfaat konkret.

“Kami optimistis setiap langkah diplomasi yang diambil akan mempertimbangkan kepentingan rakyat Indonesia, termasuk perlindungan WNI dan penguatan hilirisasi riset nasional,” kata Axel.

Ia menambahkan bahwa momentum ini bisa memperkuat posisi Indonesia dalam percaturan global yang semakin kompetitif.

Pemerintah menargetkan peningkatan kapasitas panas bumi hingga 7,2 gigawatt pada 2035 sebagai bagian dari upaya menuju Net Zero Emission 2060.

Untuk mencapai target tersebut, investasi besar dari dalam maupun luar negeri dinilai tak terelakkan.

Dalam konteks itulah, penyebaran narasi yang mengaitkan proyek energi dengan agenda geopolitik tanpa dasar kuat dinilai berisiko mengganggu kepercayaan publik terhadap kebijakan energi nasional.

Dengan proses lelang yang telah berjalan sejak 2024 serta pengawasan regulasi yang berlaku, proyek Telaga Ranu diposisikan sebagai bagian dari peta besar transisi energi Indonesia, bukan instrumen kepentingan politik global.

megapolitanco
Editor