Megapolitan.co – Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama periode libur Idul Fitri 2026 dengan mekanisme penyaluran yang disesuaikan.

Penyesuaian ini dilakukan agar penerima manfaat tetap mendapatkan asupan gizi meskipun aktivitas sekolah sementara dihentikan.

Penyaluran MBG kepada siswa sekolah tidak dilakukan secara harian selama libur Lebaran. Sebagai gantinya, pemerintah menyiapkan paket makanan dengan skema bundling yang dibagikan sebelum masa libur dimulai.

Kebijakan tersebut telah diatur dalam Surat Edaran BGN Nomor 3 Tahun 2026 mengenai penyesuaian distribusi MBG pada masa libur pendidikan.

Dalam aturan tersebut dijelaskan bahwa distribusi MBG kepada siswa mengikuti kalender kegiatan belajar mengajar. Saat sekolah libur Lebaran, penyaluran makanan harian dihentikan sementara dan digantikan dengan paket bundling.

Paket ini diberikan kepada siswa menjelang libur sekolah dan berisi makanan yang dapat dikonsumsi hingga maksimal tiga hari.

Skema ini disiapkan untuk memastikan siswa tetap memperoleh asupan gizi meskipun kegiatan belajar mengajar tidak berlangsung.

Distribusi terakhir paket MBG kepada siswa dijadwalkan pada 17 Maret 2026. Program MBG untuk siswa kemudian akan kembali berjalan normal setelah libur Lebaran berakhir, tepatnya mulai 31 Maret 2026.

Di luar siswa sekolah, pemerintah juga menyalurkan MBG kepada kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Penyaluran untuk kelompok ini tidak mengalami perubahan meskipun memasuki masa libur Lebaran.

Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menegaskan bahwa kelompok tersebut tetap menerima makanan bergizi secara rutin.

“Distribusi MBG untuk siswa sekolah menyesuaikan kalender pendidikan sehingga dihentikan sementara saat libur Lebaran. Namun untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, penyaluran tetap berjalan normal guna menjaga pemenuhan gizi,” ujar Dadan.

BGN menjelaskan bahwa mekanisme paket bundling merupakan bagian dari strategi distribusi program MBG yang telah dirancang sebelumnya.

Skema ini digunakan ketika kegiatan sekolah berhenti sementara, sehingga program tetap dapat berjalan tanpa mengganggu aktivitas pendidikan.

Paket makanan yang dibagikan kepada siswa juga telah disiapkan sesuai standar keamanan pangan serta standar gizi yang ditetapkan BGN.

Melalui pengaturan tersebut, pemerintah berharap program MBG tetap mampu menjaga pemenuhan gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak dan kelompok rentan, meskipun terdapat jeda kegiatan sekolah selama libur Lebaran.

megapolitanco
Editor