Dalam dialog dengan Wapres, Ketua Koperasi Nelayan setempat Syafuddin Wailata menyampaikan sejumlah persoalan yang masih dihadapi nelayan Raja Ampat, salah satunya mengenai keterbatasan kapal atau perahu.

“Kami para nelayan ini selalu berharap pada hasil tangkapan, Pak. Namun ini nilainya banyak Pak, tapi kita punya kapal-kapal untuk kapal atau perahu atau bodi ini kan masih banyak yang kurang,” ungkap Syafuddin.

Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa fasilitas kawasan nelayan perlu berjalan beriringan dengan dukungan terhadap sarana produksi. Keberadaan bangunan dan fasilitas pendukung tidak akan maksimal apabila nelayan masih menghadapi keterbatasan dalam menjalankan kegiatan utama mereka.

Aspirasi mengenai kapal atau perahu juga menunjukkan pentingnya pemerintah memiliki data mengenai kebutuhan nelayan secara lebih rinci. Data tersebut dapat menjadi dasar dalam menentukan bentuk dukungan yang paling sesuai.

Selain persoalan kapal, Syafuddin menyampaikan kebutuhan bahan bakar untuk kapal nelayan. Ia juga berharap adanya Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di sekitar kawasan KNMP.

Ketersediaan bahan bakar menjadi salah satu kebutuhan penting bagi nelayan karena berkaitan langsung dengan operasional kapal. Kemudahan memperoleh bahan bakar juga dapat mendukung kelancaran aktivitas masyarakat dalam mencari hasil tangkapan.

Menanggapi aspirasi tersebut, Wapres meminta agar kebutuhan nelayan dihitung secara rinci dan menggunakan data yang jelas.

“Dihitung detail kebutuhan anggota-anggota koperasinya seperti apa, nanti kita bantu. Tapi jangan pakai estimasi. Nggak boleh kira-kira, harus dihitung,” kata Gibran.

Arahan tersebut menekankan pentingnya pembangunan yang disusun berdasarkan kebutuhan nyata. Perhitungan yang detail dapat membantu pemerintah menentukan prioritas dukungan sekaligus memastikan kebijakan yang diberikan sesuai dengan kondisi masyarakat.

Pabrik Es dan Gudang Beku Dukung Hasil Tangkapan

Persoalan nelayan tidak berhenti ketika aktivitas melaut selesai. Setelah hasil tangkapan didaratkan, diperlukan penanganan yang tepat agar kualitas ikan tetap terjaga hingga masuk ke proses berikutnya.

megapolitanco
Editor