Keberadaan sarana penyimpanan dan penanganan hasil tangkapan juga menjadi bagian penting untuk menjaga kualitas hasil perikanan.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming melihat langsung sejumlah fasilitas yang telah disiapkan ketika meninjau KNMP Warmasen pada 22 April 2026.

“Tujuan utama kunjungan ini adalah memastikan program-program dari Bapak Presiden berjalan dengan baik di lapangan,” ujar Gibran dalam keterangan Sekretariat Wakil Presiden.

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi pemerintah untuk melihat kondisi fasilitas di lapangan dan mendengarkan kebutuhan masyarakat. Dalam peninjauan itu, pemerintah mengakui masih terdapat sejumlah hal yang perlu diperbaiki dan dilengkapi.

KNMP Warmasen juga disebut menjadi salah satu lokasi percontohan yang diharapkan dapat memberikan pembelajaran bagi pengembangan program serupa di daerah lain.

“Ini sudah jauh lebih baik dari sebelumnya, tetapi masih banyak yang perlu ditingkatkan. Kita mulai dari sini sebagai pilot project. Jika berhasil, akan kita replikasi ke daerah lain,” kata Gibran.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan KNMP tidak berhenti setelah fasilitas fisik selesai dibangun. Tahapan selanjutnya berkaitan dengan bagaimana seluruh fasilitas dapat digunakan secara optimal dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat nelayan.

Kebutuhan Nelayan Menjadi Perhatian

Pembangunan kawasan nelayan membutuhkan pemetaan kebutuhan yang berasal dari kondisi nyata masyarakat. Hal tersebut penting karena kebutuhan masyarakat pesisir tidak selalu dapat diketahui hanya melalui perencanaan pembangunan dari sisi pemerintah.

Nelayan memiliki pengalaman langsung mengenai kondisi di lapangan. Mereka mengetahui berbagai kendala yang muncul ketika menjalankan aktivitas melaut maupun ketika menangani hasil tangkapan.

Karena itu, aspirasi nelayan menjadi salah satu bahan penting untuk menentukan fasilitas dan dukungan yang perlu diperkuat di kawasan KNMP Warmasen.

megapolitanco
Editor