Megapolitan.co – Pemerintah terus memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG), menyusul laporan sekitar 30 siswa MTsN 2 Kisaran, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, yang mengalami gangguan kesehatan pada Senin, 14 September 2026.
Para siswa dilaporkan mengalami mual, muntah, pusing hingga lemas setelah mengonsumsi menu MBG. Sejumlah siswa kemudian mendapatkan penanganan medis.
Meski laporan tersebut muncul setelah konsumsi makanan MBG, penyebab keluhan kesehatan para siswa masih harus dipastikan melalui pemeriksaan medis, pengujian makanan, serta penelusuran terhadap proses pengolahan dan distribusi.
Kasus di Kisaran menjadi bagian dari evaluasi terhadap pelaksanaan program, khususnya dalam memastikan makanan yang diberikan kepada penerima manfaat memenuhi standar keamanan pangan.
Pengawasan tersebut juga berkaitan dengan keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai unit yang bertanggung jawab dalam penyediaan makanan MBG.
BGN Perkuat Pengawasan Keamanan Pangan
Badan Gizi Nasional (BGN) telah menyiapkan sejumlah mekanisme untuk memastikan pelaksanaan MBG memenuhi ketentuan keamanan dan mutu pangan.
Salah satu langkahnya dilakukan melalui kerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Kedua lembaga menandatangani perjanjian kerja sama pada Mei 2026 untuk memperkuat aspek keamanan, mutu, serta pengawasan pangan dalam penyelenggaraan MBG.
Selain kerja sama antarlembaga, BGN juga menerapkan persyaratan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi dapur yang menyelenggarakan program tersebut.
Pada 7 September 2026, BGN mengumumkan penutupan sementara 1.999 dapur SPPG yang belum mendaftarkan SLHS pada dinas kesehatan setempat.
“Sebagaimana publik ketahui, syarat SLHS, sertifikasi laik higiene, dan sanitasi menjadi satu syarat mutlak dalam penyelenggaraan dapur yang menyelenggarakan Makan Bergizi Gratis,” ujar Kepala BGN Sudaryono.
Tinggalkan Balasan