Megapolitan.co – Seiring bertambahnya usia, risiko seseorang terkena stroke meningkat signifikan dibandingkan mereka yang lebih muda. Dokter Spesialis Neurologi Azmi Farah Fairuzya dari Rumah Sakit Siloam Yogyakarta mengingatkan bahwa stroke sering datang tiba-tiba.

“Stroke sering datang tiba-tiba dan bisa menyebabkan kecacatan permanen bahkan kematian jika tidak segera ditangani. Padahal sebagian besar kasus stroke bisa dicegah dengan gaya hidup sehat,” katanya dikutip Tempo, Kamis (14/8/2025).

Stroke terjadi karena seseorang alami kondisi ketika pasokan darah ke otak mengalami gangguan atau berkurang akibat penyumbatan (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik). Menurut laman Halodoc, terdapat 2 penyebab stroke.

Dalam kasus stroke iskemik, terjadi ketika pembuluh darah arteri yang membawa darah dan oksigen ke otak mengalami penyempitan. Hal ini menyebabkan aliran darah ke otak sangat berkurang. Kondisi ini disebut juga dengan iskemia. Stroke iskemik dapat dibagi lagi ke dalam 2 jenis, stroke trombotik dan stroke embolik.

Penyebab kedua adalah stroke hemoragik. Pada kasus ini, pembuluh darah di otak pecah sehingga menyebabkan perdarahan. Pendarahan di otak dapat dipicu oleh beberapa kondisi yang memengaruhi pembuluh darah.

Misalnya hipertensi yang tidak terkendali, dinding pembuluh darah yang lemah, dan sedang menjalani pengobatan dengan pengencer darah. Stroke hemoragik terbagi lagi menjadi dua jenis, yaitu perdarahan intraserebral dan subarachnoid.

Sebenarnya ada tiga faktor yang meningkatkan risiko seseorang mengalami stroke, yaitu faktor kesehatan, gaya hidup, dan faktor lainnya. Selain stroke, berbagai faktor tersebut juga berisiko meningkatkan risiko serangan jantung.

Bila dilihat dari faktor risiko kesehatan, terdapat hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, dan obesitas. Faktor penyakit jantung, seperti gagal jantung, penyakit jantung bawaan, infeksi jantung, atau aritmia juga bisa meningkatkan kasus stroke. Belum lagi ada faktor kesehatan sleep apnea dan juga pernah mengalami transient ischemic attack TIA atau serangan jantung sebelumnya.

Penyebab stroke juga terjadi karena faktor gaya hidup. Orang yang merokok, kurang olahraga atau aktivitas fisik, konsumsi obat-obatan terlarang, kecanduan alkohol. Faktor lain yang juga bisa tingkatkan kasus stroke adalah faktor keturunan.

Seseorang dengan anggota keluarga yang pernah mengalami stroke memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit yang sama. Faktor usia juga tidka boleh dilewati. Semakin bertambah usia, risiko seseorang mengidap stroke juga lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang lebih muda.

Dalam semiinar yang dihadiri 150 orang itu, peserta juga diajak untuk mengenali tanda-tanda awal stroke dengan metode “FAST”. FAST merupakan aktronim dari Face drooping alias wajah yang tampak lemah pada salah satu sisi, Arm weakness atau kelemahan tangan, Speech difficulty alias kesulitan berbicara, Time to call emergency atau waktunya menghubungi nomor darurat.

“Penting pula kontrol tekanan darah, kolesterol, dan gula darah secara rutin sebagai pencegahan penyakit stroke,” kata Azmi.

megapolitanco
Editor