Megapolitan.co – Desa Girimukti di Kabupaten Lebak, Banten, kian mengukuhkan diri sebagai sentra gula aren paling diperhitungkan di Indonesia.
Dari wilayah terpencil di selatan Lebak itu, ribuan kilogram gula aren diproduksi setiap hari dan mengalir ke industri makanan-minuman hingga pasar ekspor.
Permintaan yang terus tumbuh membuat banyak perusahaan besar dalam negeri menggandeng produsen lokal Girimukti sebagai pemasok utama.
Asep Kurnia, salah satu pengusaha gula aren mengatakan banyak perusahaan besar yang memanfaatkan gula bubuk maupun gula aren cair untuk bahan baku produk karena cita rasanya yang lebih natural.
“Banyak brand-brand besar dalam negeri yang ambil dari kita untuk bahan baku makanan dan minuman. Mereka cari rasa manis yang lebih natural dan kualitasnya stabil,” ujarnya, Minggu, 16 November 2025.
Popularitas gula aren Girimukti bahkan melampaui batas negara. Pasar ekspor rutin mengarah ke Korea Selatan, Uni Emirat Arab, Dubai, hingga Amerika Serikat.
Tingginya permintaan membuat produksi harian mencapai 4–6 ton, dan menggerakkan omzet usaha hingga Rp6 miliar setiap bulan.
Menurut Asep, lonjakan kebutuhan gula aren turut membawa dampak signifikan bagi kesejahteraan warga setempat.
“Permintaan pasar terus naik. Harapan saya usaha ini bisa terus berkembang dan sekaligus meningkatkan ekonomi para petani aren di Kabupaten Lebak,” imbuhnya.
Dengan potensi yang terus diperluas, Girimukti bukan hanya dikenal sebagai desa penghasil gula aren, tetapi sebagai model pemberdayaan ekonomi berbasis komoditas lokal yang sukses menembus pasar dunia.






Tinggalkan Balasan