Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap pengawasan Program MBG.
Apabila pelanggaran hanya berujung pada teguran tanpa evaluasi menyeluruh, kekhawatiran siswa dan orang tua berpotensi semakin meningkat.
Sebaliknya, pemberian sanksi terhadap pelaksana yang terbukti tidak memenuhi ketentuan dapat menjadi instrumen untuk memperbaiki kualitas pelaksanaan MBG.
Tindakan tersebut juga dapat memastikan mitra yang tidak patuh tidak terus diberikan ruang untuk menjalankan program tanpa memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah.
Sorotan Internasional Jadi Evaluasi Pemerintah
Pelaksanaan MBG juga mendapat perhatian dari media internasional setelah sejumlah laporan mengenai dugaan gangguan kesehatan muncul di berbagai daerah.
PEOPLE, misalnya, melaporkan sejumlah kasus gangguan kesehatan yang terjadi di Sidoarjo, Tana Toraja, Agam dan daerah lainnya.
Laporan tersebut menyebut kasus-kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan.
Perhatian dari media internasional tentu menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah karena berkaitan dengan citra pelaksanaan program makan bergizi di Indonesia.
Meski demikian, munculnya pemberitaan mengenai sejumlah kasus belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa seluruh makanan MBG diproduksi dan didistribusikan tanpa standar keamanan.
Justru, kondisi tersebut dapat menjadi momentum bagi pemerintah untuk terus memperkuat pengawasan, meningkatkan kepatuhan terhadap SOP, membenahi sistem distribusi serta menyampaikan hasil investigasi kepada publik secara terbuka.
Tinggalkan Balasan