Megapolitan.co – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus dievaluasi pemerintah menyusul munculnya sejumlah laporan dugaan gangguan kesehatan di berbagai daerah.
Berbagai kejadian tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran di kalangan siswa maupun orang tua. Di media sosial, sejumlah pihak bahkan mendorong agar program tersebut dihentikan.
Namun, pemerintah memastikan persoalan tersebut tidak diabaikan. Badan Gizi Nasional (BGN) telah memiliki standar operasional yang mengatur seluruh tahapan penyediaan makanan MBG, mulai dari penerimaan bahan baku, penyimpanan, proses pengolahan, distribusi hingga batas waktu makanan untuk dikonsumsi.
Kepala BGN Sudaryono mengatakan evaluasi yang dilakukan menunjukkan kepatuhan terhadap SOP di tingkat pelaksana menjadi salah satu aspek yang perlu terus diperkuat.
BGN Evaluasi Kepatuhan SOP di Lapangan
Sudaryono menjelaskan, hasil evaluasi terhadap sejumlah kasus gangguan kesehatan dalam pelaksanaan MBG menunjukkan adanya persoalan pada penerapan prosedur oleh sebagian pelaksana.
“Dari kasus keracunan yang ada itu kalau kita breakdown, itu 80-90% tuh karena tidak taat SOP.
Tidak taat SOP penyimpanan, tidak taat SOP pada saat dia penerimaan barang, tidak taat SOP terkait suhu dan waktu konsumsi,” kata Sudaryono, seperti dikutip Suara.com dan detikHealth.
Temuan tersebut menjadi dasar penting bagi pemerintah untuk tidak serta-merta menganggap persoalan yang terjadi sebagai gambaran kegagalan keseluruhan Program MBG.
Sebaliknya, evaluasi dapat difokuskan pada titik-titik pelaksanaan yang memang ditemukan bermasalah.
Apabila terdapat SPPG yang tidak memenuhi prosedur penyimpanan, pengolahan, distribusi maupun ketentuan waktu konsumsi, maka kepatuhan mitra tersebut perlu diperiksa dan diperbaiki.
Tinggalkan Balasan