Megapolitan.co – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan khusus kepada para siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali, agar terus menanamkan semangat belajar, menghormati orang tua serta guru, dan tidak menyerah dalam meraih cita-cita meski hidup dihadapkan pada berbagai keterbatasan.

Pesan tersebut disampaikan Prabowo saat bertemu langsung dengan para siswa dan orang tua dalam suasana yang berlangsung hangat dan penuh kedekatan.

Dalam kesempatan itu, Presiden menekankan bahwa pendidikan bukan semata soal prestasi akademik, tetapi juga menyangkut pembentukan karakter dan sikap hidup.

Menurutnya, rasa hormat kepada guru, kasih sayang terhadap orang tua, serta perilaku santun harus menjadi nilai utama yang dimiliki generasi muda Indonesia.

“Patuh sama guru ya. Selalu cintai orang tuamu. Orang tuamu bekerja keras untuk kamu. Apapun pekerjaannya adalah sangat mulia. Kamu nanti harus angkat (derajat) orang tuamu. Kamu harapan orang tuamu,” ujar Prabowo, Minggu, 7 Juni 2026.

Ia juga mengingatkan para siswa untuk terus belajar dengan sungguh-sungguh serta menjaga hubungan baik dengan sesama.

Menurutnya, kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan intelektual, tetapi juga oleh cara seseorang memperlakukan orang lain.

“Belajar, belajar, belajar yang baik. Hormati guru, cintai orang tua. Selalu rukun sama kawan. Selalu baik sama orang lain. Sopan santun,” katanya.

Ia turut mengingatkan agar para siswa tidak terbiasa memandang orang lain secara negatif ataupun memelihara rasa iri dan kebencian.

Menurutnya, kehidupan yang dijalani dengan sikap baik dan penuh kerukunan menjadi salah satu kunci penting menuju keberhasilan.

“Jangan sekali-sekali jelek-jelekin orang. Jangan benci orang lain. Hidup dengan baik, rukun. Itu kunci dari keberhasilan,” lanjutnya.

Momen haru juga muncul ketika Presiden memberikan semangat kepada salah seorang siswa yang mengaku pernah menjadi sasaran ejekan.

Prabowo menilai pengalaman seperti itu bukan sesuatu yang harus membuat seseorang kehilangan kepercayaan diri.

“Terima kasih tadi, siapa. Bagus (Siswa Sekolah Rakyat Tabanan 17 Bali) ya. Kamu dulu diejek, nggak apa-apa. Nggak apa-apa diejek. Jangankan kamu, saya pun sering diejek sampai sekarang. Presiden pun sering diejek. Nggak apa-apa, yang penting hatimu, hati kita baik. Kalau kita diejek, kita balas dengan sopan santun. Semakin dihina, semakin kau teguh. Semakin berani, semakin sopan. Dihina, sopan. Jangan kecil hati,” ujarnya.

Prabowo menambahkan, banyak sosok yang berhasil mengubah hidupnya meski berasal dari keluarga sederhana. Menurutnya, kunci utamanya terletak pada keteguhan untuk tidak menyerah terhadap keadaan.

“Terima kasih. Kamu nanti akan berhasil. Banyak orang yang berhasil datang dari keluarga yang sangat miskin. Banyak sekali. Tapi anaknya tidak mau menyerah. Anaknya tidak mau putus asa. Anaknya selalu gembira. Di tengah kesulitan, cari yang baik. Pasti akan ada kebaikan yang datang. Kita percaya itu,” imbuhnya.

Di akhir arahannya, Presiden juga mengingatkan seluruh unsur yang terlibat di lingkungan Sekolah Rakyat Tabanan untuk menjalankan tanggung jawab masing-masing secara maksimal demi membentuk generasi masa depan yang berkualitas.

“Kepala sekolah, jalankan tugas dengan sebaik-baiknya. Anak didik, gunakan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Teliti, rajin, disiplin, berbuat yang terbaik,” tandas Prabowo.

 

megapolitanco
Editor