Megapolitan.co – Proyek pembangunan Puskesmas Karang Penang di Kabupaten Sampang yang baru diresmikan, kini memunculkan tanda tanya besar soal kualitas dan pengawasan anggaran.

Bangunan yang seharusnya menjadi fasilitas vital pelayanan kesehatan itu dilaporkan sudah mengalami kerusakan, memicu kritik terhadap tata kelola proyek pemerintah daerah.

Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, menilai kondisi ini tidak bisa dianggap sepele.

Ia mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera turun tangan melakukan penyelidikan, mengingat proyek tersebut baru saja diresmikan namun sudah menunjukkan indikasi kerusakan.

“CBA meminta kepada KPK untuk segera melakukan penyelidikan atas bangunan Puskesmas Karang Penang yang baru diresmikan tersebut,” kata Uchok dalam keterangannya, Selasa (28/4/2026).

Laporan warga menjadi dasar kekhawatiran tersebut. Sejumlah bagian bangunan dilaporkan mulai mengalami penurunan kualitas, seperti lantai yang retak dan plafon yang menunjukkan tanda-tanda rembesan air.

Kondisi ini dinilai bukan sekadar cacat ringan, melainkan indikasi lemahnya perencanaan atau pelaksanaan proyek.

Dalam video yang beredar, terlihat air merembes ke dalam ruangan puskesmas. Situasi itu berpotensi membahayakan, terutama jika kerusakan terus dibiarkan tanpa penanganan cepat.

“Beberapa lantai sudah retak dan plafon tampak mengeluarkan bercak air. Jika tidak segera diantisipasi, plafon Puskesmas bisa retak bahkan roboh,” ujarnya.

Dengan nilai proyek mencapai Rp7,64 miliar yang dikelola Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Sampang, kasus ini menjadi ujian serius bagi transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran publik.

Publik kini menanti apakah ada evaluasi menyeluruh atau justru pengusutan hukum atas proyek yang sejak awal sudah menuai persoalan ini.

megapolitanco
Editor