Megapolitan.co – Langkah Amerika Serikat yang disebut memblokade akses pelabuhan Iran kembali memunculkan kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi dunia.

Kebijakan tersebut dinilai dapat memicu tekanan serius, terutama pada sektor energi dan rantai perdagangan internasional.

Meskipun pasar sempat merespons dengan penurunan harga minyak karena munculnya harapan adanya ruang dialog, para analis menilai kondisi itu belum bisa dianggap stabil.

Ketegangan geopolitik yang terus berlangsung tetap menyimpan potensi gejolak baru yang dapat berdampak luas, termasuk bagi negara berkembang seperti Indonesia.

Pengamat ekonomi Noviardi Ferzi menegaskan bahwa situasi ini tidak bisa dipandang sebagai konflik terbatas kawasan, melainkan bagian dari dinamika global yang saling terhubung dan berpotensi menimbulkan efek domino.

“Blokade ini menyasar jalur strategis energi dunia. Ketika distribusi minyak terganggu, volatilitas harga akan meningkat dan ini berdampak langsung pada inflasi serta biaya produksi di banyak negara,” ujarnya, dikutip, Rabu 15 April 2026.

Ia menambahkan, reaksi pasar yang sempat menurunkan harga minyak dunia tidak mencerminkan kondisi jangka panjang, karena ketidakpastian masih sangat tinggi dan mudah berubah sewaktu-waktu.

Noviardi juga menyoroti potensi gangguan di kawasan vital seperti Selat Hormuz yang dapat memicu lonjakan harga energi secara tiba-tiba jika eskalasi konflik kembali meningkat.

Dampaknya, menurut dia, tidak hanya akan dirasakan di tingkat nasional, tetapi juga menjalar ke daerah-daerah di Indonesia yang bergantung pada distribusi barang dan aktivitas konsumsi.

“Daerah dengan ketergantungan tinggi pada sektor distribusi dan konsumsi akan lebih rentan terhadap shock eksternal seperti ini,” katanya.

Ia menilai pemerintah perlu segera memperkuat langkah antisipasi, terutama dalam menjaga ketahanan energi serta stabilitas kebutuhan pokok di dalam negeri agar tidak mudah terpengaruh gejolak global.

Selain itu, momentum ketidakpastian ini juga disebut harus menjadi dorongan untuk mempercepat diversifikasi ekonomi dan mengurangi ketergantungan terhadap faktor eksternal.

“Di tengah ketidakpastian global, kunci utama adalah memperkuat fondasi ekonomi lokal agar lebih resilien. Jika tidak, gejolak di luar negeri akan terus menjadi ancaman laten bagi stabilitas ekonomi dalam negeri,” tutupnya.

megapolitanco
Editor