Megapolitan.co – Forum Komunikasi Intelektual Muda Indonesia (Forkim) menuding Pemerintah Kota Bekasi gagal mengelola lingkungan dan menelantarkan keselamatan warga. Ketua Umum Forkim, Mulyadi, menyebut TPA Sumur Batu kini berubah menjadi “gunung sampah” setinggi 40 meter yang mengancam nyawa warga setiap hari.
“Setiap hari mereka hidup di tepi gunung sampah yang bisa runtuh kapan saja. Ini bukan lagi sekadar masalah lingkungan, tapi soal nyawa manusia,” ujar Mulyadi dalam keterangannya, Jumat (17/10/2025).
Menurutnya, longsoran sampah sudah menjadi pemandangan rutin. Air lindi hitam pekat mengalir ke Kali Asem membawa racun dan logam berat, merusak ekosistem serta menimbulkan ancaman penyakit bagi masyarakat.
“Lebih parah lagi, pemerintah tampak lebih sibuk mengurus proyek pencitraan dan menghitung janji politik, alih-alih menyelamatkan lingkungan,” tegasnya.
Anggaran Rp200 Miliar Tak Dipakai untuk Perbaikan
Berdasarkan laporan internal Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi, pemerintah daerah telah merencanakan anggaran Rp200 miliar untuk mengubah sistem pengelolaan sampah dari open dumping menjadi sanitary landfill.
“Jika anggaran besar sudah direncanakan, mengapa tidak segera digunakan untuk memperbaiki TPA Sumur Batu? Apakah benar Pemkot kekurangan dana, atau justru anggarannya dialihkan untuk proyek-proyek yang tidak prioritas?” sindir Mulyadi.
Forkim juga menyoroti kebijakan Wali Kota Bekasi yang justru menggelontorkan ratusan miliar untuk proyek hiburan seperti wisata air, sementara masalah sampah dibiarkan.
“Mengapa proyek hiburan diprioritaskan, sementara persoalan lingkungan yang menyangkut keselamatan masyarakat dibiarkan? Ini bentuk kesalahan arah kebijakan yang fatal,” tegasnya.






Tinggalkan Balasan