Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa harga LPG subsidi tidak pernah mengalami kenaikan sejak diluncurkan pada 2006–2007.

Jika terjadi lonjakan harga di lapangan, hal tersebut diduga berasal dari persoalan distribusi, termasuk praktik penyimpangan di tingkat pangkalan atau distributor.

Stok Nasional Dalam Kondisi Aman

Pemerintah memastikan pasokan LPG nasional, khususnya subsidi, berada dalam kondisi mencukupi. Cadangan bahkan disebut berada di atas ambang batas minimum dengan ketahanan lebih dari 10 hari.

Isu kelangkaan yang muncul di sejumlah daerah dinilai lebih berkaitan dengan kendala distribusi lokal, bukan karena keterbatasan stok secara nasional.

Subsidi Energi Terus Diperbaiki

Selain LPG, penyaluran BBM subsidi juga menjadi fokus pembenahan. Pemerintah terus menyempurnakan sistem distribusi agar bantuan energi benar-benar tepat sasaran.

Langkah ini merupakan bagian dari reformasi sektor energi yang mengedepankan keseimbangan antara keberlanjutan anggaran negara dan perlindungan masyarakat.

Pentingnya Pemahaman Publik

Di tengah derasnya arus informasi, masyarakat diimbau untuk memahami konteks kebijakan secara utuh.

Kenaikan LPG nonsubsidi merupakan dampak kondisi global, sementara subsidi tetap dijaga untuk kelompok rentan.

Dengan pemahaman yang tepat, publik diharapkan tidak mudah terpengaruh informasi yang menyesatkan dan dapat melihat kebijakan ini secara lebih objektif.