Megapolitan.co – Video wawancara Presiden Prabowo Subianto dengan jurnalis Najwa Shihab beberapa waktu lalu kembali ramai diperbincangkan di media sosial.

Dalam rekaman tersebut, Presiden menyoroti aksi-aksi yang mengarah pada makar, termasuk pembakaran fasilitas negara seperti Gedung DPR RI dan kantor pemerintah lainnya.

Prabowo menekankan bahwa tindakan tersebut bertentangan dengan prinsip demokrasi. Menariknya, pernyataan Presiden itu dibenarkan oleh warganet yang menelusuri fakta terkait.

Akun Threads @minusijazah (minus ijazah) melakukan pengecekan menggunakan ChatGPT dan menyatakan bahwa tidak ada data luas dan kredibel yang menunjukkan LSM atau NGO pernah mengecam aksi pembakaran fasilitas negara pada kerusuhan Agustus 2025.

“Ternyata Pak Presiden pengguna ChatGPT, enggak pikir lama jawabannya langsung benar. Secara official tidak ada satu pun (LSM) yang mengecam pembakaran fasilitas-fasilitas negara,” kata @minusijazah (minus ijazah), dikutip Minggu (22/3/2026).

Ia pun menyoroti sikap warganet yang terburu-buru menilai pernyataan Presiden tanpa melihat data.

“Jadi kesimpulannya yang denial Presidennya atau siapa?” ujarnya.

Sebelumnya, Prabowo berdiskusi dengan sejumlah pakar dan jurnalis di Hambalang, Bogor, Selasa, 17 Maret 2026. Dalam kesempatan itu, Najwa Shihab menyinggung pernyataan Presiden yang menilai aksi demonstrasi Agustus 2025 mengarah pada makar.

Prabowo menegaskan, tindakan pembakaran fasilitas negara memang terjadi, namun hingga kini tidak ada LSM yang menegaskan kecaman terhadap peristiwa tersebut.

megapolitanco
Editor