Megapolitan.co – Seorang tukang ojek berinisial AM (28) dianiaya menggunakan senjata tajam oleh orang tak dikenal (OTK) saat mengantar penumpang menuju kawasan Pasar Baru Waghete II, Distrik Tigi, Kabupaten Deiyai, Papua Tengah, Sabtu, 25 Juli 2025 pagi.

Akibat kejadian ini, korban mengalami luka parah di sejumlah bagian tubuh dan saat ini masih menjalani penanganan intensif di RSUD Kabupaten Paniai.

Aparat gabungan dari Satgas Ops Damai Cartenz sektor Paniai bersama unsur TNI segera melakukan pemantauan di rumah sakit untuk memastikan korban memperoleh penanganan medis yang optimal.

Dari keterangan warga, korban diketahui sempat mengantar seorang perempuan dari arah pasar lama menuju Pasar Baru Waghete II. Ia juga sempat membunyikan klakson sebagai bentuk sapaan kepada warga.

Tak berselang lama, korban ditemukan dalam kondisi bersimbah darah di depan kios warga setelah diduga diserang saat perjalanan kembali. Warga kemudian membawanya ke RSUD Waghete II sebelum dirujuk ke fasilitas medis yang lebih lengkap di RSUD Paniai.

AM mengalami sejumlah luka serius, termasuk robekan di kedua pundak serta luka tusuk di tangan kanan, akibat diserang oleh tiga pelaku yang mengendarai satu sepeda motor. Identitas ketiganya belum diketahui dan saat ini tengah dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Kaops Damai Cartenz, Brigjen Pol Faizal Ramadhani, mengecam aksi pelaku penganiayaan, terutama terhadap warga sipil. Ia menegaskan pihaknya akan bertindak tegas dan tak mentolerir masalah ini.

“Saat ini kami telah menurunkan tim investigasi untuk mengungkap pelaku apakah ada keterlibatan dari kelompok KKB, serta memastikan korban mendapatkan penanganan terbaik. Situasi keamanan di wilayah tersebut juga kami pantau secara ketat,” tegas Faizal.

Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, turut meminta masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpancing situasi. Ia juga mendorong warga untuk aktif melaporkan informasi yang dapat membantu pengungkapan kasus ini.

“Kami minta masyarakat tetap waspada dan menjaga situasi kondusif. Jika ada yang mengetahui informasi penting terkait kejadian ini, segera laporkan ke pihak berwajib. Kami butuh peran aktif masyarakat untuk bersama menciptakan rasa aman,” ujarnya.

Korban hingga saat ini masih dalam penanganan medis intensif dan belum bisa memberikan keterangan. Satgas memastikan proses penyembuhan korban akan terus dikawal, bersamaan dengan upaya pelacakan dan penindakan terhadap para pelaku.

megapolitanco
Editor