Materi pembicaraan itu kemudian menjadi perhatian karena publik mempertanyakan bagaimana pemerintah daerah menempatkan aspek kesehatan siswa di tengah kondisi udara yang memburuk.
Muncul pula pertanyaan apakah penyebutan MBG dalam rapat berkaitan dengan kemungkinan siswa tetap mengikuti pembelajaran tatap muka agar program tersebut tidak terganggu.
Pertanyaan itu tidak terlepas dari bentuk informasi yang diterima masyarakat. Rekaman yang beredar hanyalah potongan dari sebuah pertemuan yang berlangsung lebih panjang.
Dengan tidak tersedianya keseluruhan pembicaraan dalam video yang beredar, konteks dari setiap pernyataan yang disampaikan dalam rapat menjadi sulit dipahami secara utuh.
Pemberitaan Prokalteng menyebut rapat tersebut berkaitan dengan kondisi sekolah yang terdampak kabut asap.
Setelah video menjadi perbincangan, Kadisdik Kalteng Muhammad Reza Prabowo memberikan penjelasan bahwa rekaman yang tersebar tidak menggambarkan keseluruhan isi pertemuan.
Muhammad Reza Prabowo Bantah Video Gambarkan Keseluruhan Rapat
Reza menekankan bahwa rapat tersebut berlangsung cukup panjang dan di dalamnya terdapat berbagai aspirasi yang dibahas.
“Itu potongan video rapat yang berlangsung lama. Kami saat itu mendengarkan berbagai aspirasi dan rekaman itu belum akhir dari pertemuan. Keselamatan dan kesehatan siswa serta tenaga kependidikan tetap menjadi prioritas utama kami,” ujar Reza.
Pernyataan tersebut disampaikan Reza dalam pemberitaan yang membahas video rapat yang menimbulkan polemik.
Klarifikasi tersebut menjadi penting karena pembahasan mengenai dapur MBG dan kantin sekolah sebelumnya telah memunculkan persepsi berbeda di tengah publik.
Tinggalkan Balasan