Dengan komposisi ini, pemerintah berharap tata kelola program MBG dapat lebih transparan dan efisien.

“Kita ingin program ini tidak hanya tepat sasaran, tapi juga menjadi bagian dari transformasi nasional di bidang gizi dan ketahanan pangan,” ujar salah satu pejabat di lingkungan Kemenko Pangan.

Struktur Lengkap Tim Koordinasi MBG

Struktur tim ini melibatkan berbagai pejabat tinggi lintas kementerian, di antaranya:

• Ketua: Zulkifli Hasan (Menko Pangan)

• Wakil Ketua I: Pratikno (Menko PMK)

• Wakil Ketua II: Muhaimin Iskandar (Menko PM)

• Sekretaris: Kasan (Sekretaris Kemenko Pangan)

• Ketua Pelaksana Harian: Nanik S. Deyang (Wakil Kepala BGN)

• Wakil Ketua Pelaksana Harian: Nani Hendiarti (Deputi Kemenko Pangan)

• Anggota: Mendagri, Menkeu, Menkes, Menag, Mendikdasmen, serta kepala lembaga terkait lainnya.

Dampak dan Arah Kebijakan

Program Makan Bergizi Gratis ditargetkan menyentuh lebih dari 80 juta penerima manfaat, mulai dari anak sekolah dasar hingga ibu hamil dan menyusui.

Melalui pembentukan tim koordinasi ini, pemerintah ingin memastikan program dijalankan dengan prinsip keadilan sosial dan pemerataan gizi di seluruh wilayah Indonesia.

Pemerintah menegaskan bahwa kebijakan ini bukan sekadar proyek jangka pendek, tetapi bagian dari visi besar dalam membangun ketahanan gizi nasional yang berkelanjutan.

Dengan terbentuknya Tim Koordinasi MBG, peran Badan Gizi Nasional semakin kokoh sebagai pusat kendali kebijakan gizi di Indonesia.

Pemerintah berharap seluruh elemen masyarakat turut mendukung pelaksanaan program ini agar manfaatnya benar-benar dirasakan hingga ke tingkat paling bawah.

megapolitanco
Editor