Megapolitan.co – Desakan penghentian sementara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menguat setelah sejumlah kasus keracunan siswa mencuat di berbagai daerah.
Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) dalam audiensi bersama DPR meminta pemerintah menghentikan program tersebut sampai sistem keamanannya benar-benar siap.
Namun alih-alih menghentikan, pemerintah menegaskan akan tetap melanjutkan program yang sudah berjalan sejak Januari 2025 itu.
Pemerintah lebih memilih memperketat pengawasan dan memperbaiki tata kelola agar insiden serupa tidak terulang.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa perlindungan terhadap siswa menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program ini.
“Keselamatan anak adalah prioritas utama. Insiden ini bukan sekadar angka, tetapi menyangkut masa depan generasi bangsa,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, pemerintah melakukan sejumlah langkah korektif, yaitu menutup sementara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bermasalah, mengevaluasi juru masak dan standar operasional secara nasional.
Selain itu, seluruh dapur penyedia MBG kini diwajibkan memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), disertai pengawasan lintas sektor bersama pemerintah daerah.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menargetkan proses sertifikasi SLHS rampung dalam satu bulan guna memastikan keamanan pangan benar-benar terstandar.
Di tengah polemik tersebut, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani mengingatkan bahwa MBG tidak bisa dipandang semata sebagai program distribusi makanan gratis.
Menurutnya, program ini merupakan investasi jangka panjang untuk membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Asupan gizi yang cukup dinilai berdampak langsung pada konsentrasi belajar dan pembentukan pola hidup sehat anak.
Survei Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah periode Mei–Desember 2025 terhadap 1,2 juta siswa mencatat penurunan gangguan belajar akibat lapar sebesar 2,37 persen secara nasional. Di wilayah Indonesia Timur, penurunannya bahkan mencapai 14,85 persen.
Data tersebut menjadi dasar bahwa program makan sekolah memiliki korelasi dengan peningkatan fokus dan kualitas pembelajaran.
Dengan penguatan pengawasan dan pembenahan sistem yang menyeluruh, pemerintah optimis MBG dapat berjalan lebih aman dan efektif.
Evaluasi dilakukan, tetapi roda program yang menyasar jutaan siswa tetap dipertahankan sebagai strategi memperkuat gizi anak dan menopang lahirnya generasi unggul Indonesia.






Tinggalkan Balasan