Megapolitan.co – Anggota Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Kota Bekasi turun langsung mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, dalam peninjauan lokasi rencana pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau Waste to Energy (WTE) di Ciketing Udik, Bantargebang.
Sejumlah legislator PAN yang hadir dalam kunjungan tersebut antara lain Abdul Muin Hafied, Ahmad Rivai, Aminah, serta Evi Mafriningsinati.
Kehadiran mereka menegaskan dukungan politik PAN terhadap proyek strategis pengelolaan sampah di Kota Bekasi.
Anggota Fraksi PAN DPRD Kota Bekasi, Ahmad Rivai, menegaskan pihaknya menyokong penuh langkah pemerintah pusat membangun fasilitas WTE di Bekasi.
Menurutnya, persoalan sampah di Kota Patriot membutuhkan solusi konkret dan berkelanjutan.
Fraksi PAN, kata Rivai, juga menyambut positif pernyataan Menteri Zulkifli Hasan yang menargetkan fasilitas WTE dapat mulai beroperasi pada 2027.
“Kami sebagai wakil rakyat di Kota Bekasi tentu menyambut baik pembangunan fasilitas WTE. Karena memang fasilitas tersebut sangat dibutuhkan Kota Bekasi dalam menangani permasalahan sampahnya,” katanya.
Selain memberikan dukungan, Fraksi PAN memastikan akan menjalankan fungsi pengawasan agar pembangunan fasilitas tersebut berjalan sesuai rencana dan tidak melenceng dari tujuan awal.
“Tentunya kami akan ikut mengawasi dan mengawal keberlangsungan pembangunan WTE. Karena kita tahu bawa fasilitas ini sangat diperlukan menyelesaikan persoalan sampah di Kota Bekasi,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan progres pembangunan PSEL di kawasan Bantargebang saat ini telah sesuai tahapan, termasuk proses pembebasan lahan yang menjadi prasyarat utama proyek.
“Pemerintah Kota Bekasi menyiapkan lahan seluas 5,6 hektare dan telah melalui kajian teknis. Insya Allah tahun 2027 Presiden Prabowo Subianto dapat meresmikan PSEL Kota Bekasi,” ujar Zulkifli Hasan di Bekasi, Rabu, 21 Januari 2026.
Zulkifli Hasan menambahkan, volume timbulan sampah di Kota Bekasi saat ini mencapai sekitar 1.800 ton per hari. Dengan kapasitas pengolahan PSEL Bantargebang yang diproyeksikan mencapai 1.229 ton per hari, keberadaan fasilitas ini dinilai efektif untuk menekan persoalan sampah di wilayah tersebut.






Tinggalkan Balasan